Monday, 12 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Milad ke-65 USK, Safrizal ZA Ingatkan Kampus Harus Unggul, Solutif, dan Kontributif

Milad ke-65 USK, Safrizal ZA Ingatkan Kampus Harus Unggul, Solutif, dan Kontributif
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK), Safrizal ZA. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK), Safrizal ZA, mengingatkan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari prestasi akademik dan pengakuan internasional.

Menurutnya, universitas juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang menjawab berbagai persoalan.

Pesan tersebut disampaikan Safrizal dalam Sidang Terbuka Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

“Milad bukan hanya momentum untuk melihat seberapa jauh kita telah berjalan, tetapi juga untuk bertanya: ke mana kita akan melangkah, dan untuk siapa kemajuan itu kita bangun,” ujar Safrizal.

Sidang terbuka tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Lembaga Wali Nanggroe, serta perwakilan Pangdam Iskandar Muda, Polda Aceh, BNN, dan Kabinda Aceh.

Dalam pidatonya, Safrizal mengatakan, perjalanan 65 tahun USK merupakan hasil kerja berbagai generasi dalam membangun fondasi institusi, memperkuat kapasitas akademik, dan membawa kampus tersebut memasuki persaingan global.

Karena itu, menurutnya, peringatan milad tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang berbagai capaian, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi arah pengembangan universitas pada masa mendatang.

Ia menjelaskan, tema Milad ke-65 USK mengandung tiga pesan utama yang saling berkaitan, yakni transformasi, inovasi, dan dampak nyata.

Transformasi menuntut keberanian untuk terus memperbaiki diri, inovasi mendorong lahirnya gagasan dan solusi baru, sedangkan dampak nyata memastikan setiap perubahan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: 5 Peneliti USK Kembali Masuk Daftar 2 Persen Saintis Terbaik Dunia

Safrizal menegaskan, kemajuan akademik harus berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap pembangunan Aceh dan Indonesia. Menurutnya, capaian yang diraih di lingkungan kampus perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kebesaran universitas tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dibangunnya di dalam kampus, tetapi juga dari apa yang mampu diperbaikinya di luar kampus,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Safrizal turut mengapresiasi capaian USK dalam Times Higher Education Impact Rankings 2026. Dalam pemeringkatan itu, USK menempati kelompok peringkat 301–400 dunia, meningkat dari kelompok 601–800 pada 2025. USK juga tercatat berada pada posisi tertinggi di Sumatra dan peringkat kedelapan secara nasional.

Meski mengapresiasi pencapaian tersebut, ia mengingatkan agar pemeringkatan internasional tidak dijadikan tujuan akhir. Reputasi global, kata dia, harus disertai kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat.

“Pengakuan dunia menunjukkan bahwa kita diperhitungkan. Manfaat bagi masyarakat membuktikan mengapa kita layak diperhitungkan,” ujarnya.

Safrizal kemudian mengajak seluruh sivitas akademika USK menjadikan tiga prinsip sebagai arah pengembangan universitas ke depan, yakni unggul, solutif, dan kontributif. Prinsip unggul diwujudkan melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan penelitian, integritas akademik, serta pembentukan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

Sementara itu, prinsip solutif menuntut perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang dapat menjawab persoalan nyata. Adapun prinsip kontributif mengharuskan capaian akademik memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan ARC PUIPT Nilam USK yang menjalin kerja sama penelitian nilam kristal dengan ParagonCorp untuk pengembangan kosmetik alami. Selain itu, ARC PUIPT Nilam USK juga meraih Juara I Global Innovation Awards di Barcelona.

Menurut Safrizal, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemitraan dengan industri.

“Potensi alam memberi kita modal. Ilmu pengetahuan memberi kita kemampuan. Inovasi menentukan seberapa besar nilai tambah yang bisa kita hasilkan,” katanya.

Dalam pidatonya, Safrizal juga menyoroti tantangan transformasi pendidikan pada era kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI). Mengacu pada laporan *Future of Jobs Report 2025* dari World Economic Forum, sekitar 39 persen keterampilan inti pekerja diperkirakan berubah hingga 2030.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menyiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja saat ini. Kampus juga harus membekali mereka dengan kemampuan belajar kembali, menyesuaikan diri, dan menghadapi perubahan kebutuhan keterampilan pada masa mendatang.

Ia turut menyinggung status USK sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang memberikan peluang untuk meningkatkan mutu, memperluas kemitraan, dan mengelola sumber daya secara lebih responsif. Namun, otonomi tersebut harus diiringi akuntabilitas, integritas, dan tata kelola yang baik.

Menutup sambutannya, Safrizal mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra universitas untuk memperkuat kontribusi bagi almamater, Aceh, dan Indonesia.

“Pada usia ke-65 ini, mari kita teguhkan kembali tiga kata yang menjadi arah bersama: Unggul dalam keilmuan, Solutif melalui inovasi, dan Kontributif bagi negeri,” ujarnya.

Ia berharap USK terus berkembang menjadi perguruan tinggi dengan reputasi akademik yang kuat, sekaligus mampu menjawab persoalan zaman dan memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Jangan hanya membangun universitas yang semakin tinggi reputasinya. Bangunlah universitas yang semakin luas manfaatnya,” tutup Safrizal.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *