Home Entertainment Digerus AI, Pemeran CEO Xu Peng Pulang Kampung Jual Sayur

Digerus AI, Pemeran CEO Xu Peng Pulang Kampung Jual Sayur

Xu Peng
Xu Peng sedang menjual sayuran di sebuah pasar di kampung halamannya. Foto: Weibo.

Xu Peng pernah sangat populer di industri micro drama Tiongkok. Setiap hari ia harus syuting hingga 16 jam. Tapi artificial intelligent kemudian menggerusnya dari puncak popularitas. Kini ia menjual sayuran di kampung halamannya.

Komparatif.ID,Shandong-Industri hiburan global sedang menghadapi titik balik yang mengejutkan, dan aktor berbakat Xu Peng kini menjadi wajah nyata dari dampak disrupsi teknologi tersebut.

Aktor tampan berusia 30 tahun lulusan universitas seni bergengsi Central Academy of Drama ini mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah memutuskan menghentikan sementara karier keartisannya.

Alih-alih tampil necis di depan kamera, ia kini menghabiskan kesehariannya dengan pulang kampung ke pedesaan Provinsi Shandong untuk membantu kakeknya berjualan sayur di pasar tradisional.

Langkah drastis ini terpaksa ia ambil setelah peluang kerjanya di industri seni peran tergerus habis oleh masifnya penggunaan Kecerdasan Buatan (AI).

Sebelum lanskap industri berubah, Xu Peng merupakan salah satu aktor yang sedang naik daun dan sangat populer dalam ekosistem vertical short-drama (drama pendek mikro) yang sedang booming di Cina.

Memiliki postur tubuh yang berwibawa dan garis wajah yang tegas, Xu Peng menjadi aktor langganan untuk memerankan karakter stereotip “CEO dominan” yang dingin dan arogan. Pada masa kejayaan industrinya sekitar tahun 2025, Xu Peng menjalani ritme kerja yang sangat intens dengan jadwal syuting ekstrem mencapai 15 hingga 16 jam setiap hari demi menyelesaikan berbagai proyek drama.

Baca: Nasir Tarigan dan Trio RW

Keberhasilannya membintangi drama pendek populer seperti Blood River (2025) sempat mengamankan posisinya sebagai pemeran utama dengan tawaran peran yang datang secara stabil.

Namun, roda perputaran industri hiburan digital di Cina bergeser dalam waktu yang sangat singkat. Sejak awal tahun 2026, rumah-rumah produksi film pendek di Cina mulai bermigrasi besar-besaran dengan memanfaatkan teknologi pembuatan video berbasis AI karena dinilai jauh lebih cepat, efisien, dan mampu memangkas biaya operasional secara radikal.

Efisiensi buatan ini terbukti lewat laporan data industri pada kuartal pertama tahun 2026 yang dirilis oleh CNA Lifestyle. Dari total sekitar 128.000 judul drama mikro yang dirilis ke publik, sebanyak 122.000 judul di antaranya sudah diproduksi menggunakan bantuan teknologi AI.

Akibat gelombang otomatisasi massal ini, kebutuhan industri terhadap aktor manusia, penulis naskah, kru lapangan, hingga tim pascaproduksi menyusut drastis. Xu Peng merasakan langsung dampak pahit tersebut ketika ia menyelesaikan proses syuting drama terakhirnya pada Maret 2026. Setelah momentum itu, seluruh tawaran akting yang biasanya mengalir rutin mendadak hilang tanpa sisa karena perannya telah digantikan oleh visual karakter generatif buatan komputer.

Xu Peng Pulang Kampung Menjual Sayur

Daripada meratapi nasib atau berdiam diri tanpa penghasilan di kota besar, Xu Peng memilih keputusan membumi yang mengejutkan rekan sesama artis dan para penggemarnya.

Ia mengemasi barang-barangnya, meninggalkan pusat produksi film Hengdian di Provinsi Zhejiang, dan kembali ke rumah keluarganya di Shandong. Kini, setiap pagi buta, aktor yang biasa mengenakan setelan jas mewah di layar kaca ini mengendarai kendaraan listrik roda tiga milik keluarganya untuk mengangkut sayur-sayuran segar hasil panen sang kakek menuju pasar lokal.

Xu Peng bahkan terekam kamera menggunakan pengeras suara genggam (megaphone) guna menjajakan dagangannya kepada para pengunjung pasar.Ketika foto dan videonya saat berdagang sayur beredar luas di internet, netizen memuji habis-habisan ketangguhan mental dan kerendahan hatinya.

Alih-alih merasa gengsi, Xu Peng memberikan pernyataan bijak yang sangat menyentuh saat diwawancarai oleh media The Straits Times,“Berakting hanyalah sebuah pekerjaan. Jika tidak ada peran yang bisa diambil, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah.

Selama saya bisa mencari nafkah secara jujur melalui kerja keras sendiri, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya atasi. Bahkan jika profesi saya berubah, saya tetaplah orang yang sam,” katanya pada Juli 2026.

Meski saat ini fokus mengoperasikan stan sayur bersama kakeknya, Xu Peng menegaskan bahwa ia tidak akan pernah menyerah sepenuhnya pada dunia seni peran. Di sela-sela kesibukannya berdagang, ia terus melatih kemampuan artikulasi vokal serta penyampaian dialognya secara mandiri.

Sebagai rencana jangka panjang, Xu Peng dikabarkan sedang aktif menyusun konsep dan mencari investor potensial agar ia bisa meluncurkan program pelatihan akting lokal, sekaligus memproduksi proyek short drama orisinal berbasis live-action (manusia asli) miliknya sendiri tanpa ketergantungan pada studio digital berbasis AI.

Previous article3 Manfaat Menyusui Suami Sebelum Tidur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here