
Komparatif.ID, Baghdad— Menteri Luar Negeri Iran, selama kunjungannya ke Irak, mengatakan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh Iran.
Menlu Iran Abbas Araqhchi, seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu, 28 Juni 2026, mengatakan pihaknya telah memberikan pengarahan kepada rekan-rekannya tentang hasil terbaru dari perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Ia juga mengatakan telah menyampaikan perkembangan nota kesepahaman bersama yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat.
Dalam kesempatan tersebut dia menjelaskan juga selama 30 hari ke depan Selat Hormuz tetap di bawah pengawasan dan pengelolaan penuh Pemerintah Republik Islam Iran. Pihak Iran saat ini sedang menghilangkan seluruh hambatan di jalur air, supaya selat tersebut dapat dipulihkan.
Baca: Bangladesh Alami Krisis Energi, Listrik Dipadamkan Secara Bergilir
Selat Hormuz merupakan tanggung jawab penuh Pemerintah Iran. Tak ada pemerintah lain yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola, merawat dan mengontrolnya. Pernyataan tersebut tertuang secara jelas di dalam nota kesepahaman. Dengan demikian intervensi atau tindakan sepihak dari pihak lain akan memperburuk kondisi, dan akan berdampak pada penundaan pembukaan kembali selat tersebut.
Pemerintah Iran melalui Menlu Abbas Araghchi, mengucapkan terima kasih kepada Irak yang telah memberikan dukungan selama perang berlangsung.
“Rakyat dan pemerintah Irak selalu memberikan dukungan selama perang. Mereka selalu mendukung rakyat Iran, yang menjadi korban agresi Israel-Amerika,” kata Araghchi, dalam konferensi pers bersama wartawan, seusai bertemu Menlu Irak Fuad Hussein.
Keamanan Selat Hormuz Sangat Penting
Sampai saat ini perang masih berlangsung dalam bentuk lain. Terjadi sejumlah bentrokan militer di tepi Selat Hormuz. Demikian kata Menlu Irak Fuad Hussein.
Dalam pertemuan dengan Abbas Araghchi, Fuad tetap menekankan bahwa mengakhiri perang di kawasan tersebut merupakan prioritas bagi semua pihak. Keamanan kawasan menjadi sangat penting, meski rakyat di wilayah itu mampu melindungi dirinya sendiri dengan beberapa cara. Fuad menyerukan diadakannya pertemuan antara sesama negara-negara Teluk.
Menteri Luar Negeri Irak menekankan dalam pertemuan dengan Araghchi pentingnya membuka Selat Hormuz dan mencabut blokade angkatan laut.
Kunjungan Abbas ke Irak membahas isu-isu regional dan bilateral, termasuk koordinasi untuk upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Sumber: Aljazeera












