Home News Nasional Dulu Rp2.450, Kini Rp16.250, Begini Jejak Harga Pertamax Selama 26 Tahun

Dulu Rp2.450, Kini Rp16.250, Begini Jejak Harga Pertamax Selama 26 Tahun

Dulu Rp2.450, Kini Rp16.250, Begini Jejak Harga Pertamax Selama 26 Tahun
Infografis. Foto: Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Jakarta— Kenaikan harga Pertamax (BBM RON 92) menjadi Rp16.250 per liter pada pekan ini kembali menarik perhatian publik. Harga tersebut naik sekitar 32 persen dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter sebelum konflik di Timur Tengah memicu gejolak pasar energi global.

Pertamax merupakan produk BBM yang pertama kali diluncurkan PT Pertamina (Persero) pada 10 Desember 1999 sebagai pengganti Premix dan Super TT.

Produk dengan nilai oktan atau research octane number (RON) 92 ini menggunakan zat aditif Pertatec yang diklaim membantu proses pembakaran lebih sempurna, menjaga kebersihan mesin, serta meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Jejak Pergerakan Harga Pertamax

Pada Desember 2004, harga Pertamax naik menjadi Rp4.000 per liter dari sebelumnya Rp2.450 per liter. Kenaikan tersebut menjadi salah satu yang terbesar pada masa awal pemasaran Pertamax.

Memasuki 2005 hingga 2007, harga Pertamax terus mengalami perubahan. Pada September 2005, harga tercatat sebesar Rp5.700 per liter. Kemudian pada Januari 2006 dilakukan penyesuaian menjadi Rp5.000 per liter dari harga bulan sebelumnya Rp5.400 per liter.

Pada Desember 2007, Pertamax dijual seharga Rp7.500 per liter setelah sebelumnya berada di level Rp6.950 per liter pada November tahun yang sama.

Baca juga: Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Pertamina Naikkan Harga Mulai 10 Juni

Pada Desember 2008, harga Pertamax berada di angka Rp6.800 per liter dan tidak mengalami perubahan dari harga yang berlaku sejak pertengahan November 2008.

Setahun kemudian, tepatnya Desember 2009, harga turun menjadi Rp6.300 per liter. Selanjutnya pada Desember 2010, Pertamax dijual Rp6.900 per liter sebelum meningkat menjadi Rp8.100 per liter pada Maret 2011.

Harga Pertamax mulai menembus angka Rp10.000 per liter pada 2012. Saat itu, pada 1 April 2012, Pertamax dijual Rp10.200 per liter. Setahun kemudian, tepatnya Oktober 2013, harga naik menjadi Rp10.300 per liter.

Pada Juli 2014, Pertamax bahkan sempat mencapai Rp11.300 per liter sebelum turun ke kisaran Rp9.950 per liter pada akhir tahun.

Pada Mei 2015, Pertamina sempat merencanakan kenaikan harga Pertamax dari Rp8.800 menjadi Rp9.600 per liter. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Setahun kemudian, April 2016, Pertamax turun menjadi Rp7.750 per liter dari sebelumnya Rp7.950 per liter.

Memasuki 2017, harga kembali naik menjadi Rp8.050 per liter. Pada Februari 2019, Pertamax tercatat dijual seharga Rp10.200 per liter, sebelum kemudian turun menjadi Rp9.200 per liter pada Januari 2020. Pada Desember 2021, harga Pertamax berada di level Rp9.000 per liter.

Kenaikan signifikan kembali terjadi setelah pecahnya perang Rusia dan Ukraina pada 2022. Pada April tahun tersebut, harga Pertamax naik dari Rp9.000 menjadi Rp12.500 per liter.

Setelah berbagai penyesuaian, sejak April 2026 pemerintah dan Pertamina menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter. Pada periode yang sama, harga Pertalite juga tetap dipertahankan sebesar Rp10.000 per liter.

Meski harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga sekitar US$100 per barel akibat konflik di Timur Tengah yang pecah pada akhir Februari 2026, harga mulai bergerak turun ke kisaran US$90 per barel menjelang akhir Mei.

Namun, pada 10 Juni 2026, harga Pertamax secara mendadak naik menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut menjadikan harga Pertamax saat ini sebagai salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah produk BBM RON 92 tersebut dipasarkan di Indonesia.

Previous articleBuruh Tani di Peusangan Selatan Ditemukan Meninggal Gantung Diri
Next articleResmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Solusi Bangun Indonesia Bidik Pasar Semen AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here