
Komparatif.ID, Jeddah— Nazhir Wakaf Baitul Asyi, Syaikh Dr. Abdurrahman Abdullah Ba’id Al-Asyi, menyambut rombongan ketua kloter dan pembimbing ibadah (Bimbad) jamaah haji asal Aceh dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang berlangsung di kediamannya di Kota Jeddah, Arab Saudi, Kamis malam (4/7/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Daya, H. Zaman Akli, S.Sos., M.M., bersama Ketua Kloter BTJ 12, H. Adihar, S.Pd.I., M.A. Selain mempererat hubungan kekeluargaan, kegiatan itu juga menjadi ajang perkenalan antara pengelola Wakaf Baitul Asyi dengan para ketua kloter dan pembimbing ibadah jamaah haji Aceh.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Syaikh Muhammad Ahmad Abdullah Ba’id Al-Asyi, abang kandung Syaikh Dr. Abdurrahman yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Haji dan Wakaf Kerajaan Arab Saudi.
Hadir pula Khalid Al-Asyi, keponakan Syaikh Dr. Abdurrahman. Ketiganya merupakan keturunan Aceh yang hingga kini masih menjaga hubungan historis dan kekeluargaan dengan tanah leluhur mereka.
Setelah makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan muzakarah dan perkenalan antara Nazhir Wakaf Baitul Asyi dengan para Ketua Kloter dan Bimbad jamaah haji asal Aceh.
Wakaf Baitul Asyi merupakan peninggalan ulama dan dermawan Aceh, Habib Bugak Al-Asyi, yang mewakafkan sejumlah aset di Makkah untuk kepentingan masyarakat Aceh.
Baca juga: Wakaf Baitul Asyi dan Nazhir Pertama yang Wafat di Susoh
Keberadaan wakaf tersebut disahkan melalui akta wakaf tertanggal 18 Rabiul Akhir 1224 Hijriah atau bertepatan dengan 3 Juni 1809 Masehi yang diterbitkan oleh Qadhi Makkah Al-Musyarrafah, Syaikh Abdul Hafizh bin Darwisy Al-‘Ujaimi.
Dalam akta tersebut, Habib Bugak Al-Asyi menunjuk Syaikh Muhammad Shalih bin Syaikh Abdussalam At-Tirawi Al-Asyi Al-Jawi sebagai pengelola atau nazhir pertama.
Seiring perjalanan waktu, pengelolaan wakaf kemudian diteruskan oleh Syaikhah Asiyah binti Abdullah Ba’id setelah suaminya kembali ke Aceh dan wafat di Susoh, Aceh Barat Daya.
Selanjutnya, amanah pengelolaan wakaf diteruskan oleh Syaikh Mahmud bin Ahmad bin Abdullah Ba’id beserta keturunannya. Hingga saat ini, hak pengelolaan Wakaf Baitul Asyi tetap berada dalam garis keturunan keluarga Abdullah Ba’id Al-Asyi, yang merupakan keturunan ulama bergelar Muhyiddin Al-Asyi, penerjemah kitab Lubabul Hadits karya Imam As-Suyuthi ke dalam bahasa Jawi.
Berdasarkan penetapan Mahkamah Kerajaan Arab Saudi, jabatan Nazhir Wakaf Baitul Asyi saat ini diemban oleh Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani bin Umar bin Ahmad bin Abdullah Ba’id Al-Asyi sebagai penerus Syaikh Dr. Munir bin Abdul Ghani Ba’id Al-Asyi. Dalam menjalankan amanah tersebut, ia didampingi oleh Syaikh Dr. Abdul Latif Baltou.












