Home News Daerah 2 Mahasiswa Program Ners Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe Meninggal di Dalam Mobil

2 Mahasiswa Program Ners Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe Meninggal di Dalam Mobil

2 Mahasiswa Program Ners Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe Meninggal di Dalam Mobil Polisi Selidiki Penyebab Kematian 2 Mahasiswa di Dalam Mobil
Dua mahasiswa Program Ners Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe ditemukan telah meninggal dunia di dalam kabin Honda Jazz yang parkir di Keude Luengputu, Pidie Jaya, Selasa, 24 Maret 2026. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Meureudu— Dua mahasiswa Program Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah (Stikesmu) Lhokseumawe, ditemukan meninggal dunia di dalam kabin mobil Honda Jazz BK 1508 JI, Senin, 23 Maret 2026.

Kedua mahasiswa Program Ners Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe tersebut bernama Misbahuddin,S.Kep, dan Husnaini Syahada,S,Kep. Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Senin malam, 23.55 WIB, oleh warga Gampong Keudee Luengputu, Pidie Jaya.

Kepastian bahwa kedua korban merupakan mahasiswa Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe, disampaikan oleh admin akun media sosial lembaga pendidikan tinggi tersebut, dalam bentuk ucapan belasungkawa.

“Segenap keluarga besar Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Misbahuddin, S. Kep,mahasiswa Prodi Ners, dan Husnaini Syahada, S. Kep,” tulis admin, dalam dua flyer dukacita senada.

Sebelumnya berita tentang meninggalnya dua mahasiswa tersebut telah ditayangkan dengan judul: Diduga Keracunan AC Mobil, 2 Warga Samalanga Meninggal Dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang masing-masing bernama Misbahuddin, warga Desa Lancok, Kecamatan Samalanga, Bireuen, dan Husnaini Syahada, warga desa Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, ditemukan meninggal dunia di dalam kabin mobil Honda Jazz pada Senin malam, setelah kendaraan roda empat itu cukup lama berhenti di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Bustanul Fakri Aceh, di jalan elak –jalan rel kereta api—Keude Luengputu, Pidie Jaya.

Menurut sejumlah saksi mata, mobil tersebut berhenti pada pukul 16.00 WIB. awalnya tidak menjadi perhatian karena warga menganggap biasa mobil berhenti di tepi jalan dalam tempo beberapa menit. Apalagi di saat sedang berlangsungnya Lebaran.

Akan tetapi warga mulai curiga telah terjadi sesuatu, karena berjam-jam setelahnya mobil tak kunjung beranjak, dan berhenti dalam kondisi mesin mobil masih menyala.

Saat dibuka paksa oleh polisi dengan cara memecahkan kaca mobil, kedua mahasiswa Program Ners tersebut ditemukan telah meninggal dunia. Keduanya terkulai sembari duduk di jok masing-masing pada deret pertama hatchback tersebut.

Previous articleDiduga Keracunan AC Mobil, 2 Warga Samalanga Meninggal Dunia
Next articleDarwis Djeunib Sebut Bupati Bireuen Tanggap Tanggulangi Bencana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here