Home News Internasional AS Gempur Instalasi Militer di Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Iran

AS Gempur Instalasi Militer di Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Iran

AS Gempur Instalasi Militer di Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Iran
Pusat ekspor utama minyak Iran, Pulau Kharg. Foto: Telegraph.

Komparatif.ID, Teheran— Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan militer negaranya telah membom sejumlah instalasi militer di Pulau Kharg, wilayah milik Iran, dan memperingatkan fasilitas minyak penting di kawasan tersebut dapat menjadi sasaran berikutnya jika Teheran terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.

Pulau Kharg dikenal sebagai pusat ekspor utama minyak Iran. Lebih dari 90 persen minyak negara itu dikirim ke pasar internasional melalui fasilitas yang berada di pulau tersebut.

Seiring eskalasi konflik, harga minyak mentah global dilaporkan telah melonjak lebih dari 40 persen sejak perang dimulai.

Melansir Al Jazeera, Trump mengklaim pasukan Amerika Serikat telah “menghancurkan sepenuhnya” seluruh target militer di pusat ekspor minyak Pulau Kharg. Ia menyebut operasi tersebut sebagai salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.

Trump juga mengatakan untuk saat ini Amerika Serikat memilih tidak menyerang infrastruktur minyak di pulau tersebut. Meski demikian, ia memberi memperingatkan keputusan itu bisa berubah sewaktu-waktu.

Baca juga: Majelis Ahli Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

“Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu pelayaran bebas dan aman kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial, Sabtu (14/3/2026).

Di pihak lain, Iran mengeluarkan ancaman keras sebagai respons terhadap kemungkinan serangan terhadap fasilitas minyaknya. Iran memperingatkan fasilitas minyak yang terkait dengan Amerika Serikat di Timur Tengah dapat dihancurkan jika instalasi minyak di Pulau Kharg menjadi sasaran serangan.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan lebih dari 15 ledakan terdengar di Pulau Kharg selama serangan militer Amerika Serikat. Sumber tersebut menyebutkan serangan menargetkan sistem pertahanan udara, pangkalan angkatan laut, serta fasilitas bandara di pulau itu.

Meski demikian, laporan yang sama menyebutkan infrastruktur minyak utama di Pulau Kharg tidak mengalami kerusakan. Asap tebal dilaporkan terlihat mengepul dari beberapa lokasi di pulau tersebut setelah serangan berlangsung.

Previous article45 Ahli Waris Korban Bencana Hidrometeorologi di Bireuen Terima Santunan Dari Kemensos
Next articleRp25,49 Miliar THR ASN Pemkab Aceh Barat Cair

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here