Komparatif.ID, Banda Aceh— PT PLN (Persero) melaporkan pemulihan listrik di Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor hampir sepenuhnya rampung. Hingga awal pekan ini, aliran listrik telah kembali menyala di 6.487 desa atau sekitar 99,8 persen wilayah desa di Aceh.
Saat ini, pemulihan hanya menyisakan 13 desa yang tersebar di empat kabupaten dan masih dalam proses penanganan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Eddi Saputra, mengatakan upaya pemulihan terus dilakukan meskipun dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa dari total desa terdampak, kini hanya 13 desa yang belum kembali teraliri listrik secara normal.
“Sebanyak 13 desa lagi belum teraliri listrik. Sementara 6.487 desa atau sekitar 99,8% desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik,” ujar Eddi melansir Antara, Selasa (10/2/2026).
Desa-desa yang masih dalam proses pemulihan tersebar di sejumlah daerah, yakni delapan desa di Kabupaten Aceh Tengah, serta masing-masing satu desa di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang.
Menurut Eddi, kondisi geografis serta dampak kerusakan infrastruktur akibat longsor menjadi faktor utama yang memperlambat pemulihan jaringan distribusi listrik di wilayah tersebut.
Baca juga: Dek Fadh: Pemerintah Siapkan Rp50 Juta/Gampong untuk Daging Meugang
Sambil menunggu perbaikan jaringan permanen, PLN memastikan masyarakat di desa-desa tersebut tetap memperoleh pasokan listrik sementara. Pasokan darurat itu diperoleh melalui dukungan program penyediaan 1.000 genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Eddi menyebutkan keberadaan genset darurat menjadi solusi sementara agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan meskipun jaringan distribusi belum sepenuhnya pulih.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar dalam pemulihan kelistrikan kali ini adalah terputusnya akses jalan darat menuju sejumlah lokasi terdampak.
Berdasarkan catatan PLN, terdapat 171 titik longsor yang menutup akses jalan serta 14 jembatan yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menghambat mobilisasi alat berat dan pengiriman material kelistrikan yang dibutuhkan untuk perbaikan jaringan.
PLN, kata Eddi, terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat untuk membuka akses menuju lokasi-lokasi yang masih terisolasi. Di saat yang sama, petugas PLN tetap bersiaga di titik terdekat dari area longsor.
Begitu akses dinyatakan aman dan memungkinkan dilalui, tim teknis akan segera melakukan perbaikan tiang dan kabel listrik yang rusak akibat bencana.













