
Komparatif.ID, Bireuen— 45 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen, memulai peletakan batu pertama groundbreaking oleh DT Peduli bersama Pemkab Bireuen pada Kamis, 12 Maret 2026.
Pembangunan hunian tetap direncanakan berlangsung selama enam bulan dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Proyek tersebut akan dikerjakan secara bertahap, dengan tahap pertama pembangunan 25 unit huntap dan tahap kedua sebanyak 20 unit hunian bagi korban banjir di Desa Alue Kuta.
Direktur LAZ DT Peduli Jajang Nurjaman menyampaikan kehadiran pihaknya di Bireuen merupakan bagian dari upaya menyalurkan bantuan yang dititipkan oleh masyarakat Muslim Indonesia kepada korban banjir. Menurutnya, bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan hunian tetap sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Ia menjelaskan pembangunan huntap tidak dilakukan secara mandiri oleh lembaganya, melainkan melibatkan dukungan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Al Muslim.
Jajang mengatakan, 45 unit hunian tetap tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 6,50 meter dengan desain rumah panggung. Pembangunan hunian tersebut telah melalui kajian akademis dengan melibatkan ahli arsitektur dari ITB dan Universitas Al Muslim.
“Kami dibantu oleh para Akademisi dari ITB dan Universitas Al Muslim memberikan rumah dalam bentuk desain panggung dan berdasarkan penelitian dan kajian keilmuan,” ungkap Jajang.
Baca juga: Satgas PRR Kebut Pembangunan 9.430 Unit Huntap di Aceh
Ia menambahkan, hunian yang dibangun memiliki ukuran 6 x 6 meter dengan bentuk panggung setinggi dua meter. Luas keseluruhan bangunan mencapai 72 meter persegi. Pembangunan kawasan hunian tersebut juga dikoordinasikan oleh tenaga ahli dari Sukabumi.
Sementara itu, Bupati Bireuen melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Mulyadi menyampaikan pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah bersama DT Peduli dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana banjir.
Mulyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DT Peduli, para donatur, serta semua pihak yang terlibat dalam pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan longsor di Gampong Alue Kuta.
Ia menambahkan Pemkab Bireuen nantinya akan melengkapi kawasan hunian tersebut dengan sarana dan prasarana pendukung seperti akses jalan, jaringan air bersih, serta fasilitas umum lainnya untuk menunjang kehidupan masyarakat di lingkungan baru.
Pemerintah berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga para korban banjir dapat segera menempati hunian yang lebih layak setelah sebelumnya tinggal di tempat pengungsian maupun hunian sementara.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, pemerintah daerah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat serta secara bertahap mampu memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Kegiatan peletakan batu pertama dihadiri oleh Direktur DT Peduli Jajang Nurjaman, Bupati Bireuen yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Mulyadi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Bireuen Ir. Fadli, Kepala DPMPTSP Ritahayati, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Anwar S.Ag, Rektor Universitas Al Muslim Dr. Marwan, serta ratusan masyarakat setempat.












