BREAKING
Daerah

2 Tahun Dirawat, Martini Masih Menunggu Keluarga Datang Menjemput

2 Tahun Dirawat, Martini Masih Menunggu Keluarga Datang Menjemput
Martini, perempuan ODGJ yang dirawat di Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Psikologi (UPIP) RSUD dr. Fauziah Bireuen. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen– Seorang wanita tanpa identitas telah menjalani perawatan selama lebih dari dua tahun di Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Psikologi (UPIP) RSUD dr. Fauziah Bireuen. Hingga Agustus 2026, belum ada satu pun anggota keluarga yang datang untuk menjemput atau memastikan identitas perempuan ODGJ tersebut.

Kepala UPIP RSUD dr. Fauziah Bireuen, Maulida, menjelaskan petugas rumah sakit memberikan nama Martini kepada pasien tersebut semata-mata untuk memenuhi kebutuhan administrasi selama menjalani perawatan.

Menurut Maulida, kondisi perempuan itu sempat membaik sehingga pihak rumah sakit mencoba melepasnya karena dianggap sudah sehat. Namun upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena wanita itu tidak mengetahui ke mana harus pulang.

“Jika bicaranya normal, ia sering menanyakan, ke hotel mana kita,” ujar Maulida, Kamis (6/8/2026).

Setelah keluar dari rumah sakit, kebiasaan pasien menanggalkan seluruh pakaiannya kembali muncul. Ia berjalan kaki di sepanjang jalan tanpa mengenakan pakaian dan tampak seolah tidak mengalami masalah apa pun. Kondisi tersebut membuat warga kembali mengamankannya sehingga akhirnya ia dirawat lagi di UPIP RSUD dr. Fauziah Bireuen.

Maulida menjelaskan, sebelum menjalani perawatan, perempuan berkulit putih tersebut diketahui merupakan penumpang sebuah truk tronton. Ia tiba-tiba diturunkan di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Saat pertama kali ditemukan warga, perilakunya terlihat seperti perempuan pada umumnya. Namun, ia memiliki kebiasaan menanggalkan seluruh pakaiannya sambil berjalan kaki menyusuri jalan.

Baca juga: Pemerintah Aceh Resmikan Penggunaan Pusat Rehab ODGJ

Ketika diamankan warga, perempuan tersebut tidak membawa kartu tanda penduduk maupun dokumen identitas lainnya. Karena tidak diketahui asal-usulnya, warga kemudian berinisiatif membawanya ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan.

Sejak mulai dirawat pada 2024 hingga Agustus 2026, identitas perempuan itu masih belum diketahui. Selama kurun waktu tersebut, tidak ada seorang pun yang datang mengaku sebagai keluarga ataupun kerabatnya.

Untuk melengkapi kebutuhan administrasi, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bireuen. Berbagai upaya identifikasi telah dilakukan, termasuk pemindaian sidik jari dan foto urat selaput mata bagian dalam.

Namun, seluruh proses tersebut belum membuahkan hasil karena data identitas perempuan itu tidak ditemukan.

Hingga kini, “Martini” masih menjalani perawatan di Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Psikologi RSUD dr. Fauziah Bireuen sambil menunggu kepastian mengenai identitas dan keluarganya.

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti perempuan tersebut agar datang langsung ke Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Psikologi RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk menjenguk sekaligus membantu proses identifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *