Komparatif.ID, Banda Aceh— Salah seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang menjadi korban ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2, Fahri Herdi Eko (19), meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Kepala Bagian Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, mengatakan pasien mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (20/6/2026) malam sekitar pukul 22.50 WIB di ruang ICU 1. Saat itu, almarhum didampingi keluarga dan perawat yang bertugas.
“Pasien meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat di ruang ICU 1 semalam sekitar pukul 22.50 WIB,” kata Rahmadi di Banda Aceh, Minggu (21/6/2026).
Rahmadi menjelaskan, sebelum meninggal dunia kondisi Fahri sempat mengalami penurunan. Sekitar pukul 21.00 WIB, tim medis melakukan pemeriksaan kembali terhadap pasien.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhum menjalani proses fardhu kifayah di kamar jenazah RSUD Zainoel Abidin. Selanjutnya, jenazah dishalatkan di Masjid Raudhatul Jannah yang berada di lingkungan rumah sakit sebelum diberangkatkan ke kampung halaman.
“Pukul 01.50 WIB jenazah dibawa pulang ke Medan, Sumatera Utara menggunakan ambulans. Semoga semua amal ibadahnya diterima dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Rahmadi.
Di sisi lain, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Fahri Herdi Eko. General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan perusahaan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Fahri.
Menurut Andri, sejak awal kejadian perhatian utama perusahaan tertuju pada penanganan dan pemulihan seluruh korban. ASDP juga terus memberikan pendampingan kepada korban maupun keluarga yang terdampak akibat insiden tersebut.
“ASDP juga menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi duka ini,” kata Andri.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta para korban lain yang hingga kini masih menjalani perawatan medis.
“Kita akan terus hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta para korban lainnya yang masih menjalani perawatan,” ujarnya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di kamar mesin kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh–Sabang. Peristiwa tersebut terjadi saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada Jumat (12/6/2026).
Akibat insiden tersebut, sebanyak 15 orang mengalami luka bakar. Dari jumlah itu, 14 orang merupakan mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan satu orang lainnya merupakan anak buah kapal KMP Aceh Hebat 2. Seluruh korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.













