Home News Daerah Warga Buka Kembali Tajuk Enang-Enang Bener Meriah Secara Swadaya

Warga Buka Kembali Tajuk Enang-Enang Bener Meriah Secara Swadaya

BPJN Aceh: Jalur Alternatif Tersedia, Jembatan Permanen Dibangun 2027

Warga Gotong Royong Buka Kembali Tajuk Enang-Enang Bener Meriah
Syahril Abadin, Koordinator Pelaksana Pemeliharaan Jalan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bener Meriah– Jalan Enang-Enang di Gampong Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang sempat tidak dapat dimanfaatkan akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lali kini mulai kembali dibuka melalui gotong royong masyarakat setempat.

Di sisi lain, BPJN Aceh memastikan pembangunan permanen jalan dan jembatan Enang-Enang telah diprogramkan pada 2027 serta mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jembatan yang rusak untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan bermuatan karena faktor keselamatan.

Jalan yang berada di jalur lintas tengah nasional Bireuen–Takengon itu selama ini menjadi akses penting bagi warga Gayo, Bireuen, dan daerah sekitarnya untuk menjual hasil kebun serta memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Meski terdapat jalur alternatif melalui Simpang Werlah menuju Simpang Lancang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, warga menilai akses tersebut kurang efektif karena jaraknya lebih jauh sekitar 10 kilometer.

Selain lebih panjang, sekitar dua kilometer ruas jalan alternatif tersebut masih berupa jalan berbatu dan berdebu saat musim kemarau. Ketika musim hujan, kondisi jalan menjadi licin dan berisiko dilintasi, baik pada siang maupun malam hari.

Untuk mempercepat pemulihan akses transportasi, mantan Mukim Pintu Rime Gayo selama dua periode, Syahril Abadin, bersama rekannya Mus Musliadi dan sejumlah warga setempat menggagas pembersihan material longsor yang menutupi Tajuk Enang-Enang.

“Modal awal saya jual tanah di gampong satu rante seharga Rp15 juta. Itu hanya cukup membiayai operasional alat berat selama dua hari dan mobil dump truck pengangkut material,” ujar Syahril Abadin, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Tajuk Enang-Enang dan Sinkhole Pondok Balik Belum Aman

Menurutnya, sebelum pekerjaan dimulai, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat, kapolsek, dan danramil. Muspika juga sempat mengirimkan surat kepada sejumlah perusahaan di Kecamatan Pintu Rime Gayo untuk meminta bantuan alat berat. Namun, setelah beberapa hari menunggu, tidak ada respons yang diterima.

Karena ingin memastikan pekerjaan tetap berjalan, mereka akhirnya sepakat memulai kegiatan dengan dukungan bahan bakar minyak berupa tiga jeriken dari Danramil dan dua jeriken dari Bupati Bener Meriah.

Pekerjaan pembersihan mulai dilakukan pada 27 Mei 2026 atau dua hari sebelum Hari Raya Iduladha 1448 Hijriah. Seiring berjalannya kegiatan, bantuan dana dari berbagai pihak mulai berdatangan untuk mendukung proses pembukaan jalan tersebut.

Meski demikian, Syahril mengatakan masih dibutuhkan dana sekitar Rp100 juta untuk menyelesaikan pekerjaan pengaspalan. Ia optimistis kebutuhan tersebut dapat terpenuhi melalui semangat gotong royong masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu serta meminta doa agar pekerjaan dapat diselesaikan hingga tuntas.

BPJN Aceh: Jembatan Enang-Enang Dibangun Permanen pada 2027

Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengatakan jembatan dan jalan di kawasan Enang-Enang direncanakan akan dibangun secara permanen pada 2027. Saat ini masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah.

“Jadi Enang-Enang itu sebenarnya sudah kita programkan di 2027,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini mengutip ANTARA pada Minggu (21/6/2026).

Menurut Zulkarnaini, pihak BPJN telah bertemu dengan Bupati Bener Meriah dan masyarakat terkait pembangunan akses tersebut.

Ia menjelaskan, inisiatif warga membangun jembatan secara mandiri dilakukan untuk mempercepat akses menuju kebun masing-masing, terutama bagi pengguna sepeda motor.

Namun, BPJN belum merekomendasikan jembatan tersebut untuk dilalui kendaraan roda empat. Pemerintah juga telah menyiapkan jalur alternatif melalui Desa Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, yang masih digunakan hingga saat ini dan telah diperlebar dari empat meter menjadi enam meter.

Zulkarnaini menambahkan, pembangunan permanen Jembatan Enang-Enang memerlukan waktu karena harus melalui kajian teknis khusus mengingat lokasinya berada di kawasan lereng gunung.

BPJN Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi jembatan yang rusak dengan kendaraan bermuatan karena belum ada jaminan keamanan untuk penggunaannya.

Previous articleBelanda Lumat Swedia 5-1, Buka Peluang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleSatgas PRR Perkuat Koordinasi Penyiapan Lahan Huntap bagi Penyintas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here