Komparatif.ID, Zurich— Badai denda menimpa Argentina setelah selesainya gelaran Piala Dunia 2026. FIFA menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Asociación del Fútbol Argentino (AFA), pemain, dan supporter.
Dalam pengumumannya yang disampaikan pada Jumat, 21 Agustus 2026, Komite Disiplin FIFA resmi menjatuhkan sanksi berat dan denda finansial yang masif kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) serta sejumlah pemain pilarnya.
FIFA menyebutkan badai denda terhadap Argentina merupakan hasil dari perilaku mereka sepanjang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Canada, dan Mexico.
FIFA menjatuhkan denda senilai 321 ribu dollar AS atau setara dengan Rp5,6 miliar terhadap AFA. Denda tersebut mencakup tindakan rasisme pendukung, ketidakdisiplinan tim, masalah keamanan, serta aksi spanduk politik atas Malvinas (Falkland). Atas pelanggaran itu AFA juga reaksi pembatasan penonton di stadion sebesar 50 persen untuk dual aga kandang ke depan.
Badai Denda untuk Pemain
Sejumlah pilar penting skuad Argentina mendapatkan denda yang sangat telak. Denda tersebut dijatuhkan atas peristiwa kerusuhan massal seusai gelaran final Piala Dunia 2026 antara Argentina versus Spanyol yang dimenangkan oleh El Matador pada Juli lalu.
Para pilar timnas yang mendapatkan denda yaitu gelandang Leandro Paredes. Ia menjadi pemain yang menerima hukuman paling berat berupa skorsing 10 pertandingan internasional serta denda pribadi sebesar 90.000 dolar AS (sekitar Rp1,43 miliar).
Baca juga: Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Insiden di Final Piala Dunia
Nahuel Molina, bek kanan Argentina juga mendapatkan hukuman serupa. Ia dilarang bermain tujuh laga, dan harus membayar denda 90.000 dolar AS.
Gelandang muda Thiago Almada mendapatkan sanksi larangan bertanding sebanyak 1 laga dan denda 30.000 dolar AS.
Asisten Pelatih, Roberto Ayala, turut mendapatkan sanksi FIFA. Dia dihukum skorsing tiga pertandingan, dan harus membayar denda 30.000 dolar AS (Rp478 juta).
Pun demikian FIFA juga menjatuhkan sanksi untuk Spanyol. Gelandang Timnas Spanyol tersebut dijatuhi skorsing satu pertandingan dan dengan 30 ribu dollar AS.Gavi dihukum karena terlibat dalam insiden yang sama dengan pemain Argentina.
Informasi saat ini pihak AFA akan melakukan banding. Mereka menolak mendapatkan hukuman tersebut. Bahkan mereka mengaku terkejut dengan keputusan FIFA yang menyudutkan mereka.
“Kami akan segera layangkan nota banding,” sebut seorang perwakilan hukum AFA. Pihaknya siap membawa kasus ini hingga ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) demi meringankan masa skorsing para pemain kunci mereka.
