
Komparatif.ID, Bireuen— Suplai air PDAM Krueng Peusangan di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, kembali teraliri setelah sempat berhenti selama empat hari, sejak 22 Februari hingga 25 Februari 2026. Distribusi air dilaporkan kembali normal pada Kamis, (26/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Sejumlah pelanggan menyebutkan air sudah kembali mengalir sejak dua hari terakhir. Namun, kondisi air dinilai belum layak dikonsumsi karena masih berwarna kuning bercampur lumpur.
Misbahuddin, warga Gampong Meunasah Baroh, mengatakan dirinya kembali mendapatkan suplai air, tetapi kualitasnya belum memenuhi harapan.
“Saya sebagai pelanggan ingin PDAM Krueng Peusangan berbenah,” ujarnya melalui sambungan telepon pada Jumat (27/2/2026).
Misbahuddin mengaku untuk sementara waktu harus membeli air galon agar kegiatan usahanya tetap berjalan sambil menunggu air kembali jernih.
Sementara itu, Penanggung Jawab Unit Pelayanan PDAM Krueng Peusangan Kecamatan Peudada, Edi Saputra, menjelaskan kondisi air yang keruh hingga berwarna kuning disebabkan banjir. Selain itu, menurutnya, instalasi saat ini belum dilengkapi alat penyulingan khusus dan hanya memiliki bak penampung.
Baca juga: Suplai Air PDAM Krueng Peusangan di Peudada Macet 4 Hari, Pelanggan Kecewa
Ia menerangkan bekas galian excavator pada Rabu, 25 Februari 2026, kembali tertimbun lumpur akibat luapan Sungai Weu Gajah dan sungai induk Peudada. Kondisi tersebut berdampak pada jaringan distribusi air.
Edi menyebut selama musim banjir pihaknya selalu siaga mengawasi distribusi air kepada pelanggan. Ia juga mengungkapkan dua unit pipa induk serta mesin pompa air sempat terbawa banjir beberapa minggu lalu.
Menurutnya, perubahan kondisi alam turut memengaruhi situasi tersebut. Ia menilai berkurangnya tutupan hutan membuat hujan lebat dalam waktu singkat dapat langsung memicu banjir, sehingga pipa terendam lumpur dan berisiko rusak jika dihantam material kayu.
Terkait pengaduan, Edi mengatakan pelanggan dapat menghubungi nomor kontak pribadinya. Ia menyebut berbagai pengaduan rutin dilaporkan setiap hari kepada Direktur PDAM Krueng Peusangan.
Untuk pembayaran iuran, pihaknya telah menyediakan aplikasi khusus sejak setahun lalu, meski belum disosialisasikan secara personal kepada seluruh pelanggan. Sebagian pelanggan disebut sudah menggunakan aplikasi tersebut.
Bagi yang belum memasangnya, pembayaran juga dapat dilakukan melalui BRILink, BSI, dan Indomaret dengan membawa nomor resmi meteran.












