Setelah Dilamun Gelombang, Amir Dapat Boat Baru dari Mukhlis

Tersenyum: Amir (48) warga Alue Mangki, gandapura (kanan) tersenyum setelah menerima boat bantuan dari H. Mukhlis (kiri) Direktur PT Takabeya Perkasa Group, Sabtu (21/1/2023).Foto: HO for Komparatif.id
Tersenyum: Amir (48) warga Alue Mangki, gandapura (kanan) tersenyum setelah menerima boat bantuan dari H. Mukhlis (kiri) Direktur PT Takabeya Perkasa Group, Sabtu (21/1/2023).Foto: HO for Komparatif.id

Komparatif.ID, Bireuen—Amir harus kehilangan boat satu-satunya setelah dihantam gelombang Selat Malaka, ketika ia nekat melaut di tengah musim barat yang tidak kenal ampun. Saat sedang mencari ikan tiga mil dari bibir pantai Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Bireuen, boat kecilnya dihantam ombak besar.

Di tengah gulita malam, Sabtu (7/1/2023) pukul 02.00 WIB, Amiruddin (48) warga Gampong Alue Mangki, Gandapura, terpental ke luar boat bermesin tersebut. Selat Malaka benar-benar tidak tenang malam itu. Amir hanya bisa memasrahkan diri kepada Ilahi.

Di malam dengan gulita nan pekat, pria berkulit legam dengan raut wajah lebih tua ketimbang usia, tidak dapat berbuat apa-apa. Di ia hanya meraba-raba sembari meminta tolong kepada siapa saja. Pria kurus itu berharap ada nelayan lain yang melihat dirinya yang berenang di tengah selat yang tidak ramah.

Baca juga: Mukhlis Takabeya Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Sebagai nelayan, ia tahu bahwa musim barat bukanlah waktu yang tepat mengais rezeki di laut. Akan tetapi sebagai suami dan ayah, Amir tak punya pilihan. Dapur harus tetap berasap, orang-orang yang ia cintai wajib melanjutkan hidup tanpa harus merasakan lapar.

Selain itu, bukan kali ini saja ia harus mengarungi lautan kala musim barat tiba. Laut dan dirinya sudah seperti harimau dan pawang. Namun malam itu, laut terlihat lebih tak ramah.

Setelah dilamun ombak dan mengapung di gulita malam, seorang nelayan yaitu Mursyid (45) datang menolong. Sang kolega melihat liuk-liuk senter di tengah gelombang laut.

Amir sangat bahagia ketika datangnya pertolongan. Ia dibantu hingga tiba di darat, dan Mursyid juga memberitahu Ketua Nelayan Gandapura, Efendi (31).

Setelah musibah itu Amiruddin bingung harus melakukan apa. Boatnya telah menjadi puing. Tak mungkin lagi diperbaiki. Sedangkan membeli yang baru, ia tak punya uang.

Kegelisahan itu disampaikan kepada Efendi. Sang ketua memahami kegundahan hati seniornya itu. Di tengah kebingungan harus melakukan apa, tiba-tiba Efendi teringat kepada H. Mukhlis, Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Group.

“Kita temui Teungku Haji, kita sampaikan masalah ini. Semoga beliau dapat memberikan solusi,” sebut Efendi.

Pada Minggu (8/1/2023) Amir, Efendi, dan sejumlah nelayan dan perangkat desa berangkat ke Bireuen. mereka berkunjung ke kediaman sang pengusaha di Gampong Pulo Ara, Kecamatan Kota Juang. Mereka juga membawa barang bukti berupa satu keping serpihan boat.

Tiba di kediaman H. Mukhlis, mereka disambut hangat. Lalu Efendi menceritakan musibah yang dialami oleh anggotanya itu.

Mukhlis manggut-manggut. Ia turut merasakan duka. Ia sangat memahami kegelisahan Amir. Usai mendengar seluruh kisah, pengusaha yang kisah hidupnya telah ditulis dalam buku biografi berjudul: Mukhlis Takabeya; Petarung dari Selatan, mengatakan akan membelikan boat pengganti.

Boat berkelir kuning bantuan H. Mukhlis kepada Amir. Penyerahan dilakukan pada Sabtu (21/1/2023) di Lapang Barat, Gandapura. Foto: HO for Komparatif.id.
Boat berkelir kuning bantuan H. Mukhlis kepada Amir. Penyerahan dilakukan pada Sabtu (21/1/2023) di Lapang Barat, Gandapura. Foto: HO for Komparatif.id.

Pada Sabtu (21/1/2023) bertempat di Gampong Lapang Barat, dilaksanakan serah terima boat bantuan H. Mukhlis untuk Amir. Nelayan itu tampak terharu. Ia sangat berterima kasih kepada pengusaha jasa kontruksi tersebut.

Alhamdulillah. Saya sangat berterima kasih kepada Teungku Haji Mukhlis. Dengan boat baru ini saya dapat melanjutkan tugas mencari nafkah untuk keluarga,” sebut Amir.

Penyerahan boat tersebut ikut dihadiri Efendi dan Keuchik Lapang Barat Murhadi (46). “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Haji Mukhlis. Bantuannya sangat berguna untuk Bang Amiruddin,” sebut Murhadi.

Usai penyerahan boat, senyum tersungging di bibir Amir. Ia sangat bahagia. Meski tetap harus berjalan kaki tiga kilometer dari kampungnya ke Kuala Lapang Barat, tapi tak membuatnya kecil hati.

Sudah menjadi tugas seorang kepala keluarga menafkahi orang yang berada di bawah perlindungannya.

“Saya bangga dengan ketekunan Bang Amir. Semoga bantuan boat ini dapat memperteguh semangatnya. Semoga Allah selalu memberikannya rezeki yang mencukupi, supaya keluarga senantiasa sentausa dan bahagia,” sebut H. Mukhlis.

Artikel SebelumnyaJokowi: Masa Jabatan Kades Masih 6 Tahun
Artikel SelanjutnyaAzwardi Kunjungi Dayah yang Tenggelam di Lubok Pusaka
Muhajir Juli
Jurnalis bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers dan penulis buku biografi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here