Kopmaratif.ID, Bireuen— Lahan persawahan yang sebelumnya terdampak bencana mulai kembali dimanfaatkan petani di sejumlah wilayah Kabupaten Bireuen. Secara keseluruhan, sekitar 1.696 hektare areal sawah kini kembali dibajak dan ditanami usai ketersediaan air irigasi mulai terpenuhi.
Kepala Ranting Pengairan Bireuen, M. Lidan, mengatakan salah satu wilayah yang telah kembali memanfaatkan lahan persawahan berada di Kecamatan Juli. Di kecamatan tersebut, sekitar 296 hektare sawah yang sebelumnya terdampak bencana kini kembali ditanami padi.
Menurut M Lidan, pintu air Daerah Irigasi (DI) Pante Lhong telah dibuka sejak 29 Juli 2026. Pembukaan tersebut kemudian diuji coba selama dua hari pada 30 hingga 31 Juli 2026 untuk memastikan ketahanan jaringan irigasi.
“Uji coba selama dua hari tidak ada kendala, sehingga pintu air akan terus dibuka hingga musim panen padi tiba,” ujar Lidan, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan, kondisi tanaman padi di seluruh Kecamatan Juli saat ini telah kembali pulih. Seluruh areal persawahan juga telah dimanfaatkan kembali oleh petani.
Menurutnya, para petani sebelumnya aktif menanyakan kepastian pembukaan pintu air irigasi agar dapat menentukan waktu untuk kembali bercocok tanam.
Baca juga: Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari
“Para petani sawah di Kecamatan Juli menanyakan langsung kepada saya kapan dibuka pintu air irigasi dan kapan ditutup. Berbekal informasi tersebut mereka bercocok tanam kembali,” katanya.
M Lidan memastikan ketersediaan air untuk persawahan akan diupayakan terpenuhi sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain Kecamatan Juli, aktivitas pengolahan lahan juga mulai dilakukan di sejumlah wilayah Kecamatan Jeumpa. Gampong Blang Seupeung, Blang Rheum, dan Gampong Cot Iboeh tercatat mulai membajak sawah dengan luas sekitar 300 hektare.
Sementara itu, sejumlah wilayah yang belum mendapatkan aliran air, seperti Gampong Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa, dan daerah sekitarnya, masih menunggu ketersediaan air sebelum mengolah lahan.
Lidan mengatakan petani di Kecamatan Jeumpa juga menghadapi kendala berupa tumbuhan liar yang tumbuh cukup besar di areal persawahan setelah lama tidak dimanfaatkan. Untuk mengatasinya, ia menyarankan petani melakukan penyemprotan agar tumbuhan tersebut mati sebelum proses pengolahan lahan dilanjutkan.
“Masyarakat di Kecamatan Jeumpa saat ini mengalami kendala saat membajak sawah karena banyak tumbuhan liar telah tumbuh besar. Solusinya saya sarankan disemprot agar mati,” jelasnya.
Di Kecamatan Kota Juang, pembajakan sawah diperkirakan mencapai sekitar 500 hektare. Kegiatan tersebut antara lain berlangsung di Gampong Cot Gapu, Gampong Geulanggang, dan Gampong Cureh.
Sementara di Kecamatan Kuala, sekitar 600 hektare areal persawahan juga mulai dibajak. Wilayah tersebut meliputi Gampong Cot Batee, Gampong Ujong Blang, Gampong Cot Laga Sawah, dan Gampong Lancok.
Selain wilayah tersebut, beberapa gampong di Kecamatan Peusangan bagian barat juga mulai melakukan pembajakan sawah setelah air irigasi tersedia sesuai kebutuhan petani.
