BREAKING
Kesehatan

Satpol PPWH Banda Aceh Ciduk 3 Pemuda Mabuk Tuak di Terminal Keudah

mabuk tuak
Memanfaatkan suasana remang-remang Terminal Kedah, Banda Aceh, tiga pemuda, Selasa, 4 Agustus 2026, menikmati tuak di sebuah taman. Mereka meminum minuman haram itu sembari bercerita ngalor-ngidul. Foto: Satpol PPWH Banda Aceh.

Komparatif.ID, Banda Aceh–Tiga pemuda diciduk Satpol PPWH Banda Aceh, ketika sedang mabuk tuak. Mereka tertangkap saat sedang mabuk tuak  bareng di Terminal Keudah.

Selasa, 4 Agustus 2026, Satuan Polisi Pamong Praja Wilayatul Hisbah (Satpol PPWH) Kota Banda Aceh, melakukan penyisiran di sebuah taman di depan Terminal Keudah. Di tempat yang kini tak lagi berfungsi sebagai terminal karena perubahan zaman, Satpol PPWH menciduk tiga pemuda yang sedang mabuk tuak bareng (mabar).

Satpol PPWH Banda Aceh tak menyepil nama-nama para pemabuk muda itu. Tapi yang pasti ketiganya merupakan laki-laki. Tidak ada perempuan, konon lagi wadam.

Malam itu, di tengah gelapnya Kota Banda Aceh di tepian Krueng Aceh, tiga pemuda duduk di BAWAH payung taman yang dilengkapi meja bulat dari kayu. Di atas meja ditaruh beberapa bungkus kacang dan pilus kacang. Dua di antara tiga pemabuk muda itu, merupakan penggemar keluarga besar Sampoerna. Satu lagi penggemar Gudang Garam.

Baca: Tanggapi Aduan Warga ke Wapres, Pemkab Bireuen Paparkan Data Riil Bantuan

Tiga cup bekas botol air mineral gelas juga ditaruh di atas meja. Isinya tuak ijuk. Di bawah meja, satu jeriken berisi tuak, ditaruh dalam posisi siaga. Artinya setiap kali mereka butuh tuak tambahan, jeriken itu harus siap dibuka tutupnya.

Satpol PPWH Banda Aceh menyita barang bukti, dan memberikan tindakan tegas berupa pembinaan persuasif dan fisik kepada para pemabuk muda itu. Tak dijelaskan apa bentuk tindakan tegas dan persuasif itu terhadap tiga pemuda mabuk tuak itu.

Menurut informasi dari warga, peredaran tuak di kawasan tersebut sangat marak. Seorang pemasok secara rutin mendistribusikannya ke pelanggan. Diduga agen tunggal pemegang hak edar itu dibekengi oleh kekuatan tertentu. You know lah.

Mabuk Tuak Berbahaya Bagi Kesehatan

Berdasarkan hasil penelitian bidang kesehatan, mengonsumsi tuak –bahkan sampai mabuk tuak– dalam jangka waktu tertentu, dapat merusak fungsi ginjal. Tuak mengandung etanol dan purin yang tinggi. Keduanya merupakan bahan yang membuat ginjal kerja ekstra membuang racun dari dalam tubuh.

Mengonsumsi tuak meningkatkan kadar kreatinin serum di dalam tubuh. Berdasarkan hasil studi klinis yang dilakukan di Bali, dan hasilnya dipublikasikan di dalam Jurnal Skala Husada, 54 persen konsumen tuak memiliki kadar kreatinin serum yang tinggi di dalam tubuhnya.

Kreatinin merupakan zat limbah yang diproduksi dari hasil metabolisme otot yang seharusnya disaring dan dibuang oleh ginjal melalui kencing.

Alkohol yang dikandung di dalam tuak menghasilkan efek diuretic, yang memicu tubuh untuk terus membuang cairan melalui urine.

Mengonsumsi tuak juga meningkatkan zat purin, meningkatkan darah tinggi, merusak saringan, dan kerusakan ginjal secara permanen.

Islam Mengharamkan Tuak

Di dalam Islam, tuak merupakan khamr yang diharamkan. Dalam sebuah hadist yang dirawikan oleh Muslim, Rasulullah dengan tegas melarang khamr. “Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram.”

Allah juga melarangnya di dalam Surah Al Maidah ayat 90. Konsumsi khamr dalam jumlah sedikit ataupun banyak, hukumnya sama; haram.

Dosa khamr bukan hanya ditimpakan kepada peminumnya saja. Tapi juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mata rantainya.

Rasulullah melaknat 10 golongan manusia yang terlibat dalam mata rantai khamr.berdasarkan hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, Rasulullah melaknat pembuat tuak, yang mengantarkan, yang menjual, hingga yang menikmati keuntungan dari rantai pasoknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *