Komparatif.ID, Jakarta–Reniyanti Hoegeng, putri sulung mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso, meninggal dunia pada Selasa, 8 September 2026. Teman dekat Megawati Soekarnoputri tersebut meninggal dunia dalam usia 78 tahun.
Perempuan yang dikenal dengan kesederhanaan tersebut, meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital, pada pukul 00.44 WIB. Reny—demikian dia disapa di masa kecilnya—meninggal dunia tujuh bulan setelah sang bunda, Eyang Meriyanti Roeslani alias Meri Hoegeng tutup usia pada Februari 2026 dalam usia 100 tahun.
Jenazah mendiang disemayamkan di rumah duka. Setelah Salat Dhuhur dimakamkan di di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Tonjong, Kabupaten Bogor. Di sinilah Reniyanti dimakamkan berdampingan dengan makam sang ayah, Jenderal Hoegeng, dan ibundanya.
Reniyanti lahir pada 1948, dua tahun setelah pernikahan kedua orangtuanya. Hoegeng dan Meri menikah pada 31 Oktober 1946. Sebagai putri sulung, Reniyanti Hoegeng merupakan saksi yang membersamai perjalanan karir polisi sang ayah.
Baca: Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah Meninggal Dunia
Sejak kecil dia sudah dikenalkan dengan hidup disiplin, sederhana, jujur, dan tidak boleh menikmati keistimewaan sebagai anak polisi. Bahkan hingga ayahnya menjadi perwira polisi, Reniyanti semakin harus menjaga nilai-nilai yang diajarkan dan dianut oleh ayah dan ibunya.
Karena terbiasa dalam konsistensi menjaga nilai, Reniyanti Hoegeng dan adik-adiknya, Aditya Soetanto Hoegeng dan Sri Dhanti Hoegeng, terlatih hidup disiplin, sederhana, tidak aji mumpung, jujur, dan berintegritas.
Mereka tidak dibenarkan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Hingga sang ayah menjadi Kapolri, kehidupan mereka semakin ketat. Sebagai anak orang nomor satu di Polri, tentu saja banyak bujukan yang datang. Tapi mereka keukeuh menjaga nilai yang diajarkan.
Nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan kerendahan hati inilah yang terus dijaga oleh Reniyanti hingga akhir hayatnya. Dekat dengan para penggawa bangsa tidak dimanfaatkan oleh Reniyanti kepentingan material. Dia justru mempergunakannya sebagai jembatan sejarah.
Bagi Reniyanti Hoegeng, sang ayah merupakan panutan yang tidak bisa dielak. Ia cukup bangga menjadi putri Jenderal Hoegeng Imam Santoso. Mantan istri mendiang Rudy Wowor tersebut kini telah kembali ke haribaan sang Khaliq. Semoga Allah senantiasa mengampuni segala dosa yang pernah diperbuat, dan menempatkan arwahnya di salah satu taman di yaumil barzah.
Kepergian Reniyanti Hoegeng meninggalkan rasa duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan kolega. Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ikut melayat ke rumah duka, menyampaikan testimoninya di linimasa Threads.
Penyebab Meninggalnya Reniyanti Hoegeng
Pihak keluarga tidak memberikan keterangan lebih lanjut penyebab kematian anak pertama Jenderal Hoegeng. Mereka hanya menyebutkan dua minggu lalu Reny dirawat karena gangguan jantung. Kemudian diperbolehkan pulang.
Selanjutnya harus kembali dibawa ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun. Ia kemudian mengembuskan nafas terkahir di RS Eka Hospital Depok.
