Home News Daerah Polisi Selidiki Penyebab Kematian 2 Mahasiswa di Dalam Mobil

Polisi Selidiki Penyebab Kematian 2 Mahasiswa di Dalam Mobil

Polisi Selidiki Penyebab Kematian 2 Mahasiswa di Dalam Mobil
Personel Polres Pidie Jaya saat melakukan olah TKP. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Meureudu— Polres Pidie Jaya masih menyelidiki penyebab kematian dua mahasiswa program Ners STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe yang ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil sedan yang terparkir di kawasan Leung Putu, Kabupaten Pidie Jaya.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan secara pasti penyebab kematian kedua korban.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, mengatakan pihaknya telah menurunkan personel Satuan Reserse Kriminal untuk menangani kasus tersebut. Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dan melakukan langkah-langkah penyelidikan lanjutan.

“Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya sedang menyelidiki penemuan dua warga meninggal dunia dalam mobil guna memastikan penyebab kematian kedua,” kata Faisal Pasaribu, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: 2 Mahasiswa Program Ners Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe Meninggal di Dalam Mobil

Kedua korban diketahui merupakan mahasiswa Program Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe. Mereka bernama Misbahuddin, S.Kep, dan Husnaini Syahada, S.Kep. Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Senin malam, 23 Maret 2026, sekitar pukul 23.55 WIB.

Kepastian identitas korban juga disampaikan melalui akun media sosial resmi lembaga pendidikan tersebut. Dalam unggahan berupa flyer ucapan belasungkawa, pihak kampus menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua mahasiswa tersebut.

“Segenap keluarga besar Stikes Muhammadiyah Lhokseumawe turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Misbahuddin, S.Kep, mahasiswa Prodi Ners, dan Husnaini Syahada, S.Kep,” tulis admin dalam unggahan tersebut.

Sebelumnya, kedua korban ditemukan di dalam kabin mobil Honda Jazz dengan nomor polisi BK 1508 JI. Kendaraan tersebut terparkir di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dikelola oleh Yayasan Bustanul Fakri Aceh, di kawasan jalan elak atau jalur rel kereta api, Keude Luengputu, Pidie Jaya.

Previous articleDarwis Djeunib Sebut Bupati Bireuen Tanggap Tanggulangi Bencana
Next articleASN Pidie Jaya Diminta Kembali Fokus Bekerja Usai Libur Lebaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here