
Komparatif.ID, Banda Aceh— Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain menyampaikan operasi SAR (pencarian dan pertolongan) korban bencana banjir bandang di Aceh mencapai hampir 80 persen per Senin (8/12/2025).
Ia menyebutkan sebagian besar wilayah terdampak sudah berhasil dijangkau petugas. Operasi yang telah berlangsung selama 14 hari itu terus berjalan dengan fokus utama evakuasi dan pencarian korban yang masih belum ditemukan.
“Kita bisa memastikan ini bahwa operasi sudah hampir 80 persen, Insyaallah. Daerah-daerah sebagian besar sudah kami susuri,” ujar Al Hussain, saat konferensi pers di Banda Aceh, Senin (8/12).
Hingga pukul 13.38 WIB, Basarnas mencatat total 4.271 warga berhasil dievakuasi dari wilayah terdampak. Dari jumlah tersebut, 389 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, 62 orang masih dalam pencarian. Korban hilang terbanyak berada di Aceh Tengah dengan 24 orang, disusul Aceh Utara 14 orang, dan Bener Meriah 11 orang. Operasi SAR dilakukan bersama unsur gabungan yang melibatkan TNI-Polri, BPBD, relawan, Satgas SAR daerah, serta masyarakat di 17 kabupaten/kota.
Baca juga: PDIP Dorong Banjir Sumatra Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional
Menurut Al Hussain, lebih dari 400 personel melekat langsung dalam operasi, sementara total kekuatan gabungan di lapangan mencapai lebih dari 2.000 orang.
Berbagai peralatan telah dikerahkan, mulai dari rescue car, drone, alat komunikasi, perahu karet, perahu fiber, hingga kapal SAR KN Purworejo yang disiagakan di Lhokseumawe. Sejumlah wilayah seperti Peusangan dan Peudada di Kabupaten Bireuen masih menjadi fokus penyisiran.
Pemantauan udara menggunakan drone juga dilakukan di Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Di Aceh Tamiang, tim masih melanjutkan patroli dan penyisiran di Sungai Tamiang.
Ia mengakui hambatan terbesar terdapat di Aceh Tengah dan Bener Meriah karena beberapa titik masih sulit diakses melalui jalur darat. Untuk memperkuat pencarian, Basarnas telah menerbangkan personel tambahan menggunakan pesawat BNPB dan memperkuat koordinasi dengan Satgas SAR yang sudah berada di lokasi sejak awal.
Ia menegaskan operasi akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan dan seluruh wilayah terdampak dinyatakan aman.












