Impor Indonesia dari Israel pada tahun lalu mencapai 39,41 US dollar. Terdiri dari lima komoditas yang dibutuhkan di dalam negeri.
Komparatif.ID, Jakarta—Nilai impor Indonesia dari Israel pada tahun 2025 mencapai 39,41 juta dollar Amerika Serikat. Terdiri dari lima komoditas industri yang dibutuhkan dari dalam negeri. karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatic dengan Israel, impor tersebut dilakukan melalui pihak ketiga.
Nilai impor Indonesia dengan Israel yang terjadi sepanjang tahun (full year) dicatat oleh Trading Economics dan Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan kompilasi perdagangan internasional.
Menurut data yang disitat Komparatif.ID, Minggu, 2 Agutus 2026, impor Indonesia dari Israel berupa komoditas yang dibutuhkan seperti barang modal, produk teknologi, peralatan elektronik, mesin, produk farmasi, bahan kimia, dll.
Baca: Konflik Israel-Iran, dari Shadow War ke Perang Sesungguhnya
Berdasarkam kompilasi data perdagangan internasional, pada tahun lalu, nilai impor Indonesia pada produk mesin dan peralatan elektronik US$ 14,84 juta, produk farmasi US$ 10,43 juta,sisa & ampas industri makanan (pakan ternak)US$ 5,79 juta, mesin dan reaktor nuklir, serta dandang US$ 4,33 juta.
Kemudian perkakas & alat potong dari logam tidak mulia US$ 3,69 juta.Peralatan optik, foto, teknis, & medis: US$ 2,15 juta.Gula & Kembang Gula US$ 1,56 juta. Bahan kimia organic US$ 966,25 ribu.
Komoditas lainnya yaitu plastik & produk turunannya: US$ 516,58 ribu. selanjutnya senjata militer & perangkat lunak (software)diimpor dalam jumlah sangat kecil, contohnya senjata militer berkode HS 93019000 senilai US$ 10.000 dan software senilai US$ 28.200.
Trend Dinamika Impor Indonesia
Total impor US$ 39,41 juta di tahun 2025 menunjukkan penurunan dibanding total kumulatif tahun 2024 yang sempat menyentuh angka US$ 54,2 juta.Pada periode pencatatan awal tahun 2025, nilai ekspor Indonesia ke Israel jauh lebih tinggi daripada nilai impornya.
Sementara itu, sepanjang tahun penuh (full year) tahun 2025, nilai ekspor Indonesia ke Israel melalui pihak ketiga meningkat sangat signifikan. Nilai totalnya mencapai 250,18 juta dollar Amerika Serikat. Berdasarkan data Trading Economics, nilai ekspor ini tumbuh sekitar 36,24% dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya.
Sama seperti skema impor, aktivitas ekspor komoditas Made in Indonesia ini mengalir melalui perantara pihak ketiga (indirect trade) seperti Singapura dan Hong Kong. Nilai ekspor Indonesia yang jauh lebih besar daripada nilai impornya (US$ 39,41 juta) membuat Indonesia mengantongi surplus neraca perdagangan bilateral yang sangat besar terhadap Israel.
