Home News Daerah Mualem Datang, Isu Pun Selesai

Mualem Datang, Isu Pun Selesai

Mualem Datang, Isu Pun Selesai
Ketua Umum Partai Aceh dan juga Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bersama Ketua DPR Aceh, Zulfadhli. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, menegaskan Zulfadhli alias Abang Samalanga akan tetap memimpin Dewan Perwakilan Rakyat Aceh hingga akhir masa jabatan pada 2029.

Mualem mengatakan keputusan tersebut merupakan sikap resmi partai yang harus dihormati oleh seluruh kader. Ia menilai Zulfadhli sebagai salah satu kader terbaik yang saat ini dipercaya untuk mengemban amanah sebagai pimpinan DPRA.

“Sebagai Ketua Umum Partai Aceh, saya tegaskan bahwa Zulfadhli adalah kader terbaik yang saat ini dipercaya partai untuk memimpin DPRA hingga akhir masa jabatan,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Menurutnya, kepemimpinan yang berjalan saat ini perlu dijaga demi keberlanjutan kerja-kerja politik dan pemerintahan di Aceh.

Ia meminta seluruh kader Partai Aceh, termasuk partai-partai koalisi di parlemen, untuk tetap solid dan memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Abang Samalanga.

Baca juga: Zulfadhli: 2 Dekade Damai Aceh, Serambi Mekkah Semakin Baik

Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan agar fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dapat berjalan secara optimal.

Lebih lanjut, ia menilai hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif selama ini telah terbangun secara harmonis dan konstruktif. Sinergi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program Pemerintah Aceh.

Ia menyebut kepemimpinan Zulfadhli mampu mengorkestrasikan kekuatan legislatif untuk sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.

Mualem juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan manuver yang berpotensi mengganggu stabilitas. Ia menegaskan Aceh saat ini membutuhkan suasana yang kondusif untuk memastikan pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, energi politik seharusnya difokuskan pada kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Ia mengajak seluruh elemen, baik legislatif maupun eksekutif, untuk menjaga persatuan dan bekerja dengan tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh.

“Aceh butuh stabilitas, bukan kegaduhan. Seluruh energi politik harus diarahkan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok,” imbuhnya.

Previous articleHampir Semua Pengungsi Bencana Sumatra Pindah dari Tenda, Sisa 47 KK
Next articleLakalantas di Nicah Awe Simpang Ulim, Renggut Nyawa 1 Penunggang NMAX

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here