Komparatif.ID— Etomidate dikenal sebagai salah satu obat anestesi yang banyak digunakan dalam penanganan kondisi darurat. Obat ini dapat membuat pasien tidak sadarkan diri dalam waktu singkat dan relatif menjaga kestabilan tekanan darah serta kerja jantung.
Namun, di luar penggunaannya dalam prosedur medis, etomidate dapat menimbulkan risiko serius jika disalahgunakan, termasuk ketika dicampurkan ke dalam liquid vape atau narkoba.
Etomidate menjadi salah satu pilihan dalam kondisi darurat karena relatif tidak banyak memengaruhi tekanan darah dan kerja jantung dibandingkan sejumlah obat anestesi lainnya.
Karakteristik tersebut membuatnya dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan kondisi kardiovaskular yang lemah atau pasien yang membutuhkan tindakan medis segera.
Obat ini dapat digunakan dalam berbagai situasi, termasuk pemasangan alat bantu napas pada kondisi kegawatdaruratan, tindakan medis dengan durasi anestesi singkat, serta sejumlah prosedur yang membutuhkan pasien dalam kondisi tidak sadar dan tenang.
Baca juga: Pratu Galuh Nugraha Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Bireuen
Pada pasien dengan trauma berat, syok septik, atau gangguan jantung yang membutuhkan penanganan segera, penggunaan etomidate tetap dilakukan dengan pertimbangan medis dan pemantauan ketat.
Meski memiliki manfaat penting, etomidate merupakan obat keras yang penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pemberiannya harus dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi dan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan pemantauan tanda-tanda vital serta peralatan pendukung yang memadai.
Penyalahgunaan etomidate juga dapat menyebabkan gangguan kesadaran dan fungsi otak. Pengguna dapat mengalami penurunan kesadaran, sulit dibangunkan, kebingungan, perubahan perilaku, halusinasi, hingga gangguan daya ingat. Dalam kondisi yang berat, penggunaan obat ini dapat menyebabkan koma.
Selain itu, penggunaan tanpa pengawasan medis dapat memicu penurunan tekanan darah dan gangguan irama jantung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh lemas, pusing, hingga pingsan. Gangguan pada fungsi jantung juga dapat meningkatkan risiko kondisi yang lebih serius.
Etomidate juga dapat memengaruhi fungsi kelenjar adrenal. Penggunaan tertentu dapat menghambat produksi hormon penting yang dibutuhkan tubuh untuk menghadapi stres dan melawan infeksi.
Jika gangguan tersebut terjadi, tubuh dapat menjadi lebih rentan terhadap infeksi berat, mengalami kelemahan, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran.
Risiko paling serius dari penyalahgunaan etomidate adalah overdosis yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, henti jantung, hingga kematian mendadak. Karena itu, obat ini hanya boleh digunakan berdasarkan indikasi medis dan dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Sumber: Alomedika, Halodoc, Alodokter.
