Home News Daerah BPMA Targetkan Proyek OPL Arun dan SLS Onstream pada 2027

BPMA Targetkan Proyek OPL Arun dan SLS Onstream pada 2027

BPMA Targetkan Proyek OPL Arun dan SLS Onstream pada 2027
Wakil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Nizar Saputra bersama jajaran melakukan kunjungan kerja dan monitoring ke fasilitas Wilayah Kerja (WK) "B" yang dioperasikan Pema Global Energi (PGE), Selasa (23/6/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menargetkan proyek Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Arun dan SLS di Wilayah Kerja (WK) “B” dapat mulai beroperasi (onstream) pada 2027.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra bersama jajaran melakukan kunjungan kerja dan monitoring ke Wilayah Kerja “B” pada Selasa (23/6/2026). Kunker tersebut juga diikuti oleh manajemen Pema Global Energi (PGE) guna mengevaluasi perkembangan pelaksanaan proyek strategis yang tengah berjalan.

Dalam monitoring tersebut, BPMA meninjau progres tiga program utama OPL Arun dan SLS, yakni pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), dan Gas Processing Facility (GPF).

Monitoring dilakukan untuk memperoleh gambaran terkini mengenai implementasi Production Sharing Contract (PSC) sekaligus pelaksanaan OPL Arun dan SLS.

Program ini bertujuan mengurangi inefisiensi operasi guna meningkatkan penjualan gas dari Wilayah Kerja “B” sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Selain memantau perkembangan proyek di lapangan, BPMA juga melakukan evaluasi terhadap kesesuaian antara rencana pengembangan yang telah disetujui dengan realisasi pelaksanaan.

Evaluasi meliputi aspek subsurface, surface facilities, jadwal proyek, proyeksi profil produksi, aspek komersial, hingga keekonomian proyek secara menyeluruh.

Baca juga: Respons Cepat Pascabanjir, BPMA dan 3 KKKS Raih Anugerah Kemanusiaan JMSI

Tiga program strategis yang menjadi fokus utama dalam OPL Arun dan SLS meliputi pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), dan Gas Processing Facility (GPF).

Ketiga fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi dan lifting migas dari Wilayah Kerja “B” sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, BPMA bersama Pema Global Energi masih terus melakukan pembahasan intensif untuk mengidentifikasi berbagai peluang program yang dapat meningkatkan produksi migas pada masa mendatang.

Hasil evaluasi terhadap jadwal pelaksanaan proyek juga menunjukkan kemajuan yang cukup baik. Seluruh proyek dalam OPL Arun dan SLS direncanakan dapat mulai beroperasi pada 2027 sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi negara, daerah, maupun kontraktor.

Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra menegaskan percepatan pelaksanaan seluruh program strategis perlu terus dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, manajemen risiko, kualitas pelaksanaan, serta prinsip tata kelola yang baik.

“BPMA mendukung penuh seluruh upaya peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja ‘B’ guna memastikan keberlanjutan produksi serta pemenuhan kebutuhan feed gas untuk fasilitas pengolahan yang sedang dikembangkan. Melalui monitoring ini, kami ingin memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi, sekaligus memastikan langkah-langkah mitigasi yang disiapkan dapat berjalan efektif sehingga target proyek dapat dicapai sesuai rencana,” ujar Nizar.

BPMA juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan selama pelaksanaan proyek. Kolaborasi antara operator, BPMA, serta para pihak terkait dinilai menjadi faktor penting agar seluruh program strategis dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Kunker turut dihadiri Deputi Perencanaan BPMA Muhammad Makmun serta Pengendali Program dan Anggaran Pondra Pradypta. Rombongan BPMA diterima oleh jajaran manajemen Pema Global Energi yang terdiri atas General Manager Andika Mahardika, Subsurface Manager Wiendra Faridsyah, Field Manager Ruzi Abdul Muis, HSE Manager Irwanda Jalil, serta Manager Tim Facility and Engineering.

Previous articleTrans Koetaradja Kini Bisa Dirental, Harga Mulai Rp900 Ribu
Next articleSuami Kepincut Pelakor, Salbiah Dicerai Pada Hari Lebaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here