Komparatif.ID, Bireuen— Pemerintah Kabupaten Bireuen terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Hingga 28 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen telah mendistribusikan sebanyak 1.057 ton air bersih ke wilayah terdampak banjir dan longsor.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis S.T, menegaskan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama pemerintah daerah setelah bencana. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi agar aktivitas dasar masyarakat tetap dapat berjalan.
Ia menyampaikan pemerintah daerah berkomitmen memastikan warga terdampak tidak mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum, memasak, dan sanitasi.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah daerah memastikan warga terdampak tidak kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, terutama di masa darurat seperti ini,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Distribusi air bersih difokuskan pada desa-desa yang mengalami kerusakan cukup parah, khususnya wilayah yang jaringan air bersihnya belum pulih.
Setiap hari, puluhan ribu liter air bersih disalurkan ke permukiman warga dan titik-titik pengungsian dengan jadwal distribusi yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Baca juga: H. Subarni Akan Bangun 50 Unit Huntap untuk Korban Banjir di Bireuen
Penyaluran dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk menjangkau daerah-daerah yang sumber airnya masih terganggu.
Selain pendistribusian air bersih, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mulai melakukan langkah pemulihan jangka menengah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan jaringan pipa air bersih di wilayah-wilayah yang infrastrukturnya mengalami kerusakan dan belum berfungsi secara maksimal.
Meski sebagian jaringan pipa PDAM telah kembali pulih di beberapa lokasi, distribusi air bersih tetap dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bagi seluruh warga terdampak.
Proses distribusi air bersih melibatkan koordinasi lintas instansi. BPBD Kabupaten Bireuen bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perusahaan Daerah Air Minum, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan.
Air bersih disalurkan ke sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Juli, Peusangan, Jangka, Jeumpa, Kutablang, Samalanga, Peudada, Kota Juang, Peusangan Siblah Krueng, dan Gandapura.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air bersih juga digunakan untuk keperluan wudhu serta pembersihan fasilitas umum seperti mushalla, meunasah, masjid, puskesmas, dayah, kantor KODIM, jalan nasional, dan jembatan.
Banjir dan longsor sebelumnya menyebabkan sumber air bersih warga tidak dapat digunakan. Sumur-sumur tercemar lumpur, jaringan pipa mengalami kerusakan, dan akses menuju sumber mata air terputus. Kondisi ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.













