Komparatif.ID, Takengon— Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, menyebutkan hingga kini masih terdapat delapan desa yang terisolasi akibat dampak bencana hidrometeorologi.
Jumlah itu menurun signifikan dibandingkan pada awal kejadian bencana, ketika tercatat sebanyak 101 desa di Aceh Tengah sempat terisolasi karena akses transportasi terputus.
Andalika mengatakan, delapan desa yang masih terisolasi tersebut disebabkan oleh jembatan yang terputus serta belum tersedianya material yang dapat digunakan untuk menghubungkan kembali jalan yang rusak. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan roda empat belum dapat menjangkau wilayah tersebut.
“Delapan desa tersebut terisolasi karena jembatan terputus serta belum adanya material yang bisa menghubungkan jalan,” kata Andalika melansir Antara, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: 2 Jalur Terputus Sejak Banjir, Nelayan Calok Butuh Jembatan Baru Menuju PPI
Delapan desa yang masih terisolasi yakni Bergang, Pantardog, dan Karangampar di Kecamatan Ketol. Sementara di Kecamatan Lingge meliputi Desa Lingge, Jamat, Dulung Sekinel, Rejepayung, dan Utinrejo.
Warga di desa-desa tersebut saat ini hanya dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua.
Meski akses terbatas, Andalika memastikan bahwa bantuan bagi masyarakat terdampak tetap disalurkan. Ia menyebut partisipasi berbagai unsur masyarakat terus berjalan walaupun menghadapi kendala medan dan infrastruktur yang rusak.
“Saudara kami di sana masih terisolir, hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua. Tetapi bantuan dan partisipasi unsur masyarakat tidak berhenti ke sana walaupun aksesnya sulit,” ujarnya.
Menurut Andalika, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama BPBD terus berupaya semaksimal mungkin untuk membuka kembali akses jalan menuju desa-desa tersebut.











