BREAKING
Daerah

Banda Aceh Outdoor Library Bakal Hadirkan 40 Kegiatan Literasi di Taman Sari

Banda Aceh Outdoor Library Bakal Hadirkan 40 Kegiatan Literasi di Taman Sari
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Banda Aceh Outdoor Library yang akan berlangsung di Taman Sari Bustanussalatin, Banda Aceh, akan menghadirkan sedikitnya 40 kegiatan yang memadukan literasi, kreativitas, budaya, keluarga, dan komunitas.

Banda Aceh Outdoor Library akan selama delapan pekan, mulai 31 Oktober hingga 20 Desember 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi terpilihnya Kota Banda Aceh, Indonesia, bersama Kota San Salvador, El Salvador, dalam ajang Seoul ODA Challenge 2026 yang digelar Pemko Seoul, Korea Selatan.

Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi melalui pemanfaatan ruang publik. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) ikut mendukung pelaksanaan kegiatan yang dikoordinasikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh.

“Keberhasilan outdoor library ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari semua OPD untuk mendukung penuh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan agar kegiatan ini sukses dan berkelanjutan,” ungkap Jalaluddin, Sabtu (10/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Banda Aceh menggandeng Ate Fulawan Media dan YouthID Foundation sebagai mitra implementator lapangan. Kedua mitra tersebut akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan yang dirancang untuk membuka ruang interaksi masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan membaca.

Founder YouthID, Bayu Satria, menjelaskan Outdoor Library tidak hanya dirancang sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai ruang untuk menghadirkan pengalaman literasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Baca juga: Menang Seoul ODA, Taman Bustanussalatin Bakal Disulap Jadi Perpustakaan Outdoor

Melalui berbagai kegiatan, program ini diharapkan mendorong masyarakat datang, berinteraksi, dan membangun kebiasaan membaca.

Selain itu, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun ekosistem yang berbudaya lingkungan serta menciptakan dampak lanjutan terhadap ekonomi lokal, promosi budaya, dan pariwisata melalui interaksi masyarakat.

Selama delapan pekan pelaksanaan, Banda Aceh Outdoor Library dijadwalkan memiliki 16 hari aktivasi dengan sedikitnya 40 kegiatan. Program ini juga melibatkan lebih dari 50 komunitas dan mitra, serta menyediakan satu ruang literasi publik tematik yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

Sejumlah kegiatan kreatif disiapkan untuk mengisi rangkaian acara tersebut. Di antaranya mewarnai, anabul sehat, reels competition, Banda Aceh Got Talent, story telling, melukis media tanam, fashion show, kegiatan daur ulang, hingga inovasi pemuda.

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan lain, seperti workshop budaya Korea, DIY souvenir atau pembuatan suvenir, beauty class, bedah film, permainan tradisional, workshop daur ulang, art therapy, dan bedah buku.

Selain kegiatan literasi dan kreativitas, program ini akan menghadirkan sejumlah fasilitas dan aktivitas pendamping, termasuk photobox, postcard, baju Aceh-Korea, official merchandise, coffee area, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bazar suvenir, serta edukasi pemilahan sampah.

Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pilihan aktivitas bagi masyarakat yang berkunjung ke Taman Sari Bustanussalatin. Dengan memadukan kegiatan membaca, seni, budaya, lingkungan, dan aktivitas komunitas, Outdoor Library diharapkan dapat menjadi ruang publik yang mendorong keterlibatan berbagai kelompok masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *