Komparatif.ID, Jakarta— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan menyusul terpantau siklon tropis Arnab di Teluk Benggala.
Fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan lebat hingga sangat lebat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan keberadaan siklon tropis Arnab tersebut dapat memicu hujan dengan intensitas tinggi yang disertai petir dan angin kencang secara lokal.
“Fenomena tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang yang bersifat lokal pada siang hingga malam hari,” kata Berton dalam keterangan pers, Senin (26/10/2026).
BNPB mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat peningkatan intensitas hujan, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, serta melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Warga yang bermukim di kawasan lereng perbukitan diminta lebih berhati-hati ketika hujan berintensitas tinggi turun dalam durasi panjang.
Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Senyar Pecahkan Rekor Curah Hujan Tertinggi Sejak 1991
“Amankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin, hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko,” ujar Berton.
BNPB juga mengingatkan masyarakat agar melakukan mitigasi mandiri sebelum kondisi cuaca memburuk. Langkah tersebut antara lain membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah, memangkas dahan pohon yang rapuh, menyiapkan tas siaga bencana, serta mengenali jalur evakuasi yang dapat digunakan apabila terjadi keadaan darurat.
Apabila hujan deras menyebabkan debit air meningkat dan memicu genangan atau banjir, masyarakat diminta segera menuju tempat yang lebih aman.
Warga juga diingatkan untuk memadamkan meteran listrik utama jika kondisi memungkinkan dan tidak memaksakan diri menerobos arus banjir, baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.
BNPB juga meminta masyarakat tidak kembali ke lokasi terdampak sebelum ada kepastian bahwa kondisi telah aman dari petugas di lapangan. Hal tersebut penting untuk menghindari risiko bencana susulan yang dapat terjadi setelah hujan deras.
Peringatan kewaspadaan juga disampaikan kepada nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir. Mereka diminta mencermati informasi mengenai kondisi dan tinggi gelombang sebelum melaut.




