Friday, 16 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Gaya Hidup

Manajemen Amaris Hotel Kupang Terlantarkan Peneliti Unair

Amaris Hotel Kupang
Amaris Hotel Kupang, NTT, menjadi perhatian warganet setelah menelantarkan 3 peneliti dari Universitas Airlangga. Foto: Agoda.

Komparatif.ID, Kupang – Manajemen Amaris Hotel Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat sejumlah peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, terkatung-katung. Meskipun telah membayar Rp8 juta sejak seminggu sebelum menginap, tapi ketika tiba di hotel, mereka tidak langsung mendapatkan kamar.

Prof.Dr. Henri Subiakto, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, seperti ditayangkan oleh NTT Folks, Kamis, 15 Oktober 2026, menyampaikan kekecewaannya terhadap layanan yang diberikan oleh manajemen Hotel Amaris Kupang, NTT.

Henri Subiakto menulis bahwa Amaris Hotel Kupang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Ia menulis, sejumlah dosen dari Universitas Airlangga harus mendapatkan pengalaman buruk ketika tiba di Amaris Hotel Kupang pada Rabu, 13 Oktober 2026.

Padahal sebelumnya mereka telah membayar Rp8 juta untuk kamar dan ruang diskusi. Tapi ketika mereka tiba pada tengah malam, kamar belum tersedia.

Henri mengatakan, kepada para dosen Unair, pihak manajemen mengatakan bahwa kamar sedang digunakan oleh kru salah satu maskapai yang datang lebih banyak dari seharusnya.

BACA: Tak Terima Dipecat, Mantan Karyawan Nekat Curi Laptop Resepsionis

Tentu saja para dosen itu kaget. Karena pihak akademisi sudah memesan kamar satu minggu sebelumnya. Proses pembayaran pun telah lunas dilakukan. Lalu tiba-tiba terjadi over booking. Hingga pukul 23.00 WITA mereka belum mendapatkan kamar.

“Ini jelas kesalahan manajemen Hotel Amaris. Kami sudah berkali-kali confirm dan mengingatkan, bahkan kami sudah melunasi pembayaran. Terus dengan entengnya bilang kehabisan kamar!?” tulis Henri Subiakto.

Lebih miris lagi, tim peneliti yang kelelahan karena baru pulang dari Kabupaten Malaka dan Sikka, harus menunggu di lobby hotel yang AC-nya dimatikan.

“Hanya mau uang dan tak mau tanggung jawab. Kacau dan buruk layanannya. Ini tiga orang dosen sampai kecapekan di lobby,” tulisnya lagi.

Pengalaman buruk terhadap layanan Hotel Amaris Kupang juga dialami oleh pemilik akun Instagram @priska_book. Dalam komennya menanggapi peristiwa yang menimpa kelompok peneliti dari Unair, @priska_book menulis bahwa dia pernah mau check in di Amaris Kupang. Dia harus menunggu hingga dua jam. Saat itu dia sudah sangat lelah. Ia harus menunggu karena kru pesawat terbang yang menginap melakukan check out.

Jeffri Setiono, salah seorang warganet menyampaikan melihat beberapa pengalaman, kemungkinan besar Amaris Hotel Kupang sudah memiliki kontrak dengan airlines crew dengan jumlah kamar yang sudah ditentukan.

Klarifikasi Amaris Hotel Kupang

Setelah ribut-ribut di internet, akhirnya manajemen Amaris Hotel Kupang muncul memberikan klarifikasi tertulis di Instagram @amarishotelkupang.

Atas nama Amaris Hotel Kupang, kami ingin menyampaikan permohonan maaf atas ramainya pemberitaan yang beredar terkait dugaan penelantaran tamu dan hilangnya uang muka (DP) dari Dosen Universitas Airlangga.

Kami menyampaikan bahwa tamu yang bersangkutan telah menerima kamar sesuai dengan pesanan dan tanggal ditentukan. Hak tamu tetap terpenuhi sebagaimana mestinya.

Tidak ada penipuan ataupun penggelapan dana yang dilakukan oleh Amaris Hotel Kupang.

Pada saat itu terdapat kendala teknis dalam proses penyiapan kamar sehingga diperlukan waktu tambahan sekitar 30 menit sebelum kamar siap digunakan. Karena waktu telah menunjukkan pukul 23.10, maka tamu sudah merasa sangat kelelahan.

Pihak kami juga telah bertemu dengan tamu dari tim Universitas Airlangga untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Permalsahan tersebut telah diselesaikan dengan sebaik mungkin.

Kami juga memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *