Komparatif.ID, Banda Aceh– Di tengah padatnya aktivitas Kota Banda Aceh, ada satu ruang terbuka yang nyaris tidak pernah kehilangan pengunjung. Lapangan Blang Padang, seluas delapan hektare di Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, menyajikan hamparan rumput hijau dan pepohonan rindang yang membuatnya menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar kunjungan wisatawan.
Sejak pagi hingga malam, kawasan ini menjadi tempat warga berolahraga, bersantai, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Di pagi hari, lintasan jogging di sekeliling lapangan dipadati warga yang berjalan santai, berlari, hingga mengikuti aktivitas kebugaran bersama komunitas.
Fasilitas olahraga yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari lintasan lari, lapangan sepak bola, area skateboard, hingga lapangan basket dan voli yang terawat dengan baik.
Memasuki sore hari, suasana berubah semakin ramai. Anak-anak memenuhi area permainan, sementara para orang tua duduk santai di bawah pepohonan yang mengelilingi lapangan. Berbagai wahana permainan anak, dari yang sederhana hingga yang menjadi favorit saat akhir pekan, menjadikan Blang Padang pilihan wisata keluarga yang relatif lengkap tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.
Warga Banda Aceh, Sabtia, menilai Blang Padang sebagai salah satu ikon ruang publik di ibu kota yang selalu ramai dikunjungi. “Tempat ini cocok untuk olahraga, bersantai, maupun menikmati suasana kota pada pagi dan sore hari. Di sekitar lapangan juga banyak penjual makanan dan minuman sehingga membuat suasana semakin hidup,” ujarnya, Minggu (25/9/2026).
Selain sebagai ruang rekreasi, Blang Padang menyimpan juga nilai sejarah. Pada masa kolonial Belanda, lapangan ini digunakan sebagai tempat parade militer. Setelah Indonesia merdeka, kawasan ini menjadi lokasi berbagai upacara kenegaraan dan perayaan nasional.
Dengan rekam jejak tersebut, Blang Padang kerap disebut sebagai saksi berbagai peristiwa penting dalam perjalanan Aceh, dari masa penjajahan hingga sekarang.
Baca juga: Banda Aceh Colossal Coffee Experience 2026 Ditutup, 26 Ribu Pengunjung Padati Blang Padang
Salah satu penanda sejarah yang paling mudah dikenali adalah replika pesawat Dakota RI-001 Seulawah. Pesawat ini merupakan pesawat kepresidenan pertama sekaligus cikal bakal maskapai Garuda Indonesia. Pesawat aslinya dibeli dari sumbangan masyarakat Aceh sebagai bentuk kontribusi mempertahankan kemerdekaan. Kini, miniatur pesawat itu berdiri di salah satu sisi lapangan dan hampir selalu menarik perhatian pengunjung yang baru pertama kali datang, baik untuk berfoto maupun sekadar mengenang perjuangan masa lalu. Di sekitar lapangan juga terdapat sejumlah monumen yang dibangun untuk memperingati tsunami Aceh 2004. Salah satunya prasasti berbentuk perahu yang memuat nama-nama negara donatur yang membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. Monumen tersebut menjadi ungkapan terima kasih masyarakat Aceh atas dukungan berbagai negara saat bencana terjadi. Lokasi Blang Padang yang strategis turut menjadi nilai tambah. Berada di pusat kota, kawasan ini mudah dijangkau dari berbagai arah dan tidak jauh dari sejumlah ikon wisata Aceh, seperti Masjid Raya Baiturrahman dan Museum Tsunami Aceh. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, area parkir yang tersedia tergolong memadai. Tarif parkir mobil relatif terjangkau. Dari sisi kuliner, Blang Padang juga cukup ramah bagi wisatawan. Di sekitar lapangan terdapat pedagang makanan dan minuman yang menjajakan aneka jajanan ringan hingga makanan khas Aceh. Pengunjung dapat menikmati kopi Aceh, mi Aceh, bakso, dan berbagai santapan lain sambil menikmati suasana kota yang relatif teduh. Saat malam tiba, suasana kembali berubah. Lampu-lampu taman menyala dan menghadirkan nuansa yang lebih santai. Banyak warga memilih berjalan kaki mengelilingi lapangan atau duduk bersama keluarga menikmati udara malam. Keberadaan Blang Padang menunjukkan bahwa ruang terbuka publik masih memegang peran penting di tengah perkembangan kota modern. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai kalangan masyarakat. Bagi wisatawan yang ingin merasakan denyut kehidupan Banda Aceh, Blang Padang layak dimasukkan dalam rencana perjalanan. Perpaduan sejarah, olahraga, rekreasi, dan kuliner di satu kawasan menjadikannya titik awal yang pas untuk menjelajahi pesona kota ini.




