BREAKING
Daerah

Rayakan Uroe Lahe ke-515, Pidie Siapkan Expo UMKM dan Pawai Budaya

Rayakan Uroe Lahe ke-515, Pidie Siapkan Expo UMKM dan Pawai Budaya
Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Sigli— Kabupaten Pidie bersiap memperingati hari jadinya yang ke-515 pada 18 September 2026. Perayaan tahun ini disiapkan dengan rangkaian kegiatan seni, budaya, keagamaan, olahraga tradisional, hingga pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Pidie, Teuku Iqbal, S.STP., M.Si., mengatakan rangkaian Peuingat Uroe Lahe ke-515 Pidie mengusung tiga pilar utama, yakni nilai islami, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi kerakyatan.

“Peuingat Uroe Lahe ke-515 Pidie ini kita buat meriah tapi tetap bermakna. Ada seni, pawai budaya, Festival Anak Shaleh, olahraga tradisional geudeu-geudeu, sampai expo UMKM yang menampilkan kuliner, kerajinan, dan produk unggulan 23 kecamatan,” ujar Teuku Iqbal, Senin (14/9/2026).

Pembukaan resmi perayaan dijadwalkan dilakukan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Alzaizi Umar dan Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar. Pembukaan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat daerah, majelis adat, tokoh agama, serta pelajar se-Kabupaten Pidie.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan tersebut adalah Rapat Paripurna DPRK Pidie pada 17 September 2026. Sidang istimewa di Ruang Sidang Utama Gedung DPRK Pidie itu akan diisi dengan pidato khusus Bupati Pidie terkait Peuingat Uroe Lahe.

Sidang dipimpin Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., didampingi Wakil Ketua I T. Zulharnaini, S.P., dan Wakil Ketua II Teuku Saifullah TS, S.E.

Peringatan hari jadi juga diisi agenda yang berkaitan dengan sejarah Pidie. Pada Jumat, 18 September 2026, ziarah, zikir, doa bersama, dan tabur bunga akan dilaksanakan di Makam Raja Pedir, Sultan Ma’rufsyah. Prosesi tersebut dipimpin Tgk. Amri Aiyub dan Abiya Iswar.

Setelah ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan temu ramah atau Haba Rakyat yang menghadirkan tokoh-tokoh Pidie dari dalam maupun luar provinsi di Pendopo Bupati Pidie.

Sementara itu, kegiatan pameran pembangunan dan Expo UMKM berlangsung pada 16 hingga 19 September 2026 di PCC Sigli, mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.

Baca juga: Pria 63 Tahun Asal Pidie Ditemukan Meninggal di Toilet Masjid Al-Muttaqin Peunayong

Pameran tersebut menampilkan capaian pembangunan dari satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), produk unggulan dari 23 kecamatan, bazar UMKM, teknologi tepat guna (TTG), benda sejarah, serta informasi mengenai budaya lokal.

Selain pameran, masyarakat juga dapat memperoleh berbagai layanan publik secara langsung di lokasi expo. Layanan tersebut antara lain pemutihan pajak P2, pelayanan KTP-el, kartu keluarga, akta, KIA, perizinan UMKM, edukasi kesehatan reproduksi, kampanye antikorupsi, layanan perbankan dari Bank Aceh Syariah dan BSI, serta pustaka keliling.

Rangkaian kegiatan seni dan budaya juga berlangsung selama pelaksanaan expo. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Lomba Paduan Suara Hymne Aceh, pertunjukan Seudati, Rapai Grimpheng, Hikayat Prang Sabi, perekaman video dokumenter Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Meugrop, Ratoh Jaroe, serta festival permainan rakyat Geudeu-Geudeu yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Sabtu sore.

Pada 19 September 2026, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Karnaval Pawai Budaya yang diikuti pelajar SMP, SMA, SKPK, dan peserta dari 23 kecamatan.

Pawai mengambil rute dari Masjid Al-Falah Sigli menuju Pendopo Pidie. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Kenduri Raya dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di PCC.

Khanduri Raya tersebut juga dirangkai dengan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW serta santunan bagi 1.000 anak yatim/piatu dari 23 kecamatan.

Pada malam harinya, perayaan berlanjut dengan malam puncak dan Seumapa di PCC Sigli. Sebelum pertunjukan seni, akan digelar jamuan makan malam atau Peumulia Jamee/Gala Dinner bagi tamu kehormatan, termasuk Wali Nanggroe, Forkopimda Provinsi Aceh, serta bupati dan wali kota se-Aceh.

Malam puncak akan diisi sejumlah penampilan seni dan budaya, di antaranya Sanggar Pusaka Nanggroe, Tarian Seulanga, Rapai Daboh, Seudati, hingga grup musik Apache 13. Acara tersebut diperkirakan dihadiri puluhan ribu warga.

Rangkaian Peuingat Uroe Lahe Pidie ke-515 kemudian ditutup pada Minggu, 20 September 2026, melalui kegiatan sepeda santai dan senam bersama di area PCC. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan turut menyediakan berbagai doorprize.

Pemerintah Kabupaten Pidie mengajak masyarakat Pidie dan sekitarnya untuk hadir memeriahkan seluruh rangkaian peringatan sekaligus memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan secara gratis selama kegiatan berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *