Komparatif.ID, Tuban--Seorang suami di Tuban, Jawa Timur, tetap setia mendampingi istrinya menghadapi masalah hukum. Dengan kebesaran jiwa dia menemui selingkuhan sang istri demi mengajak berdamai.
Albert Yongki Lomboan (54) merupakan bandit asmara paling lengkap. Dia menjalin hubungan dengan AR (39) yang merupakan rekan kerjanya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur.
Albert Yongki Lomboan yang telah berkepala lima, bukan sekadar menjalin hubungan perasaan dengan AR yang telah bersuami. Mereka bahkan sudah sering menjalin hubungan badan. Hubungan badan itu direkam oleh Albert secara diam-diam.
Pada 17 Agustus 2026,AR merasa hubungan gelap antara keduanya harus diakhiri. Apa yang telah dilakukan oleh AR dan AYL sudah terlampau jauh. Hubungan suami istri yang mereka lakukan, merupakan tindakan paling tidak benar. Karena mereka adalah dua insan yang seharusnya tidak saling berkasih sayang di atas ranjang.
Baca: Selingkuh Merupakan Pengkhianatan Dalam Rumah Tangga
Tapi bagi Albert, apa yang disampaikan oleh AR diterjemahkan sebagai penolakan. Diartikan sebagai pengkhianatan cinta. Dia tak mau hubungan keduanya berakhir. Cinta mereka sudah teramat dalam. Albert merasa telah memberikan semuanya untuk AR.
Tapi AR sudah sampai pada keputusan. Dia tidak mau lagi hubungan mereka berlanjut. AR merasa sangat berdosa telah mengkhianati pernikahannya dengan sang suami, mengkhianati keluarga, dan mengkhianati apa pun yang telah dia khianati.
Melihat kesempatannya makan gratis di dalam piring orang lain tidak akan lagi dia dapatkan, Albert kemudian mengancam. Dia akan menyebarkan video hubungan intim keduanya, bila AR tidak menyerahkan sejumlah uang.
AR ketakutan sekaligus kecewa. Dia tidak menyangka bila Albert diam-diam merekam aktivitas ranjang keduanya. Dia juga kecewa, ternyata Albert bukan lelaki yang dapat dipercaya. Tapi penyesalan tersebut seperti duka seorang mayat di pintu kubur. Nasi telah menjadi bubur.
AR menyanggupi menyerahkan sejumlah uang.Ia memberikan Rp5 juta dari 20 juta yang diminta Albert. Pria tua itu tersenyum setelah menerima uang itu. AR pun pulang dengan perasaan lega.
Ternyata, serigala tetaplah serigala. Ketidakberdayaan AR dijadikan media untuk memerasnya lebih lanjut. Tapi kali ini AR menolak diperas untuk kedua kali. Dia mengaku tidak memiliki uang lagi.
Albert tetap tidak mau tahu. Pria gaek itu memberi tempo, bila uang tidak diserahkan, video perselingkuhan mereka akan disebar.
Meski Hati Luka, Sang Suami di Tuban Tetap Bela Istrinya
AR pun bercerita terus terang kepada suaminya. mendengar cerita AR, sang suami tentu saja hancur. Tapi dia memilih realistis. Dia tentu terluka mendengar semua pengakuan istrinya. Tapi aksi Albert juga harus diakhiri.
Dengan penuh kesabaran, sang suami di Tuban tersebut menemui Albert. Dia meminta yang bersangkutan berhenti memerasa istrinya, dan menghapus semua video aib itu. bukannya sadar telah melakukan kesalahan, Albert justru seperti mendapatkan angin segar. Dia menaikkan jumlah uang yang harus dibayar menjadi Rp10 juta. Bila tidak dipenuhi, video itu tidak akan dihapus.
Sang suami yang merasa harga dirinya sedang dipermainkan, tibalah pada ujung kesabaran. Tapi dia juga sadar, menghabisi Albert bukan solusi. Bila itu dilakukan, dirinyalah yang akan rugi.
Sang suami kemudian melaporkan Albert ke polisi. Bersama AR dia membuat pengaduan ke penegak hukum. Dengan kesadaran penuh keduanya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Jenu.
Setelah mendapatkan laporan, aparat hukum segera bergerak menangkap koki SPPG itu di sebuah gazebo di Pantai Cemara.
Kapolsek Jenu, AKP Darwanto, Sabtu, 29 Agustus 2026, kepada wartawan mengatakan dari tangan Albert polisi menyita telepon genggam yang di dalamnya berisi video mesum tersebut.
Pria pemakan “buah terlarang” tersebut diringkus polisi dan ditahan dengan dugaan melanggar Pasal 483 KUHP. “Dia telah ditetapkan sebagai tersangka,” terang Kapolsek Jenu.
Sumber: detik, aktual.
