Komparatif.ID, Banda Aceh– Tim riset siswa SMAN 1 Banda Aceh meraih satu medali emas dan satu medali perak dalam ajang 6th World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2026 yang berlangsung secara hybrid pada 5 hingga 14 Agustus 2026.
Kepala SMAN 1 Banda Aceh, Muhibbul Khibri, mengatakan WSEEC 2026 diselenggarakan Universitas Pancasila (UP) Jakarta bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi itu diikuti 248 tim yang mewakili 10 negara; Amerika Serikat, Kanada, China, Iran, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Menurut Muhibbul, kompetisi tersebut menjadi wadah bagi periset muda mempertemukan gagasan dan inovasi dalam berbagai bidang. Seluruh tim berlaga dalam tujuh bidang yang terbagi dalam kategori elementary, secondary, dan university.
“Dua tim dari SMAN 1 Banda Aceh berhasil memukau dewan juri internasional melalui riset yang memadukan kearifan lokal dan inovasi ramah lingkungan,” kata Muhibbul, Selasa (1/9/2026).
Medali emas diraih tim SMAN 1 Banda Aceh pada kategori Social Science melalui riset berjudul The Thread of Tolerance: Developing Acculturated Gayo-Chinese Apparel Design for Cultural Sustainability and Economic Empowerment. Riset tersebut mengangkat harmonisasi budaya Gayo dan Tionghoa.
Muhibbul menjelaskan, penelitian itu tidak hanya membahas upaya pelestarian warisan budaya melalui desain busana, tetapi juga mengulas potensi pemberdayaan ekonomi lokal.
Tim peraih medali emas terdiri atas Ihsan Langit Ramadhan, Jessica Julian Kosasih, Norish Danila, dan Siti Hawa, dengan Lora Sandita sebagai guru pembimbing.
Baca juga: Baru Kelas 1 MTsS, Aqul Juara Lomba Pidato Tingkat SMA Antar Dayah
Sementara itu, medali perak diraih melalui penelitian di bidang Life Science berjudul Potential of Grapefruit (Citrus Maxima) Peel Extract as a Natural Photoprotective Agent in Sunblock Preparation. Penelitian tersebut mengembangkan pemanfaatan kulit jeruk bali sebagai bahan alami untuk perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Muhibbul mengatakan inovasi tersebut menawarkan pemanfaatan limbah kulit jeruk bali menjadi ekstrak pelindung alami yang dapat digunakan dalam pembuatan sunblock.
Medali perak diraih oleh Khalisa Maghfirah Muthmainnah, Khansa Abdul, Nayla Fatatun Malichah, dan Syarifah Nurusysyifa dengan guru pembimbing Fathiya Nufus.
Muhibbul menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa SMAN 1 Banda Aceh untuk bersaing dalam kompetisi sains tingkat internasional. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi siswa dan guru pembimbing yang terlibat dalam kedua penelitian tersebut.
“Kemenangan ini bukan sekadar tentang medali, melainkan pembuktian bahwa kearifan lokal Aceh dan kepedulian terhadap lingkungan dapat diakui dan diapresiasi oleh komunitas ilmiah global,” ujarnya.
