Komparatif.ID, Blangkejeren—Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menuntaskan penguatan tepian Sungai Aih Bobo di Desa Aih Bobo dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues.
Pekerjaan penguatan tepian sungai dilakukan dengan memasang bronjong, yakni struktur anyaman kawat yang diisi batu untuk memperkuat dan melindungi sisi sungai. Site Manager Operasional Hutama Karya, Peri, mengatakan pekerjaan di kedua sisi Sungai Aih Bobo berlangsung sejak awal Februari hingga awal Agustus 2026.
“Awal kita beri tanggul tanah. Setelah itu, lanjut ke bronjong dengan lebih kurang 1 kilometer, tinggi 2,5 meter, lebar ada 3 meter, untuk memproteksi air agar dinding sungai tidak rusak,” kata Peri, Minggu (23/8/2026)
Menurut Peri, penguatan tersebut dilakukan setelah luapan Sungai Aih Bobo saat bencana hidrometeorologi sebelumnya merusak lahan pertanian dan berdampak terhadap rumah warga.
“Jadi lokasi ini pas waktu bencana itu lahan pertanian rusak dan juga ada mengenai rumah warga. Jadi ini kami protek, dinding sungai ini. Itu kita menggunakan bronjong karena secara teknik itu yang lebih ideal,” ujarnya.
Baca juga: Satgas PRR Pacu Realisasi Tambahan TKD Nagan Raya untuk Pulihkan Akses
Pengawas Lapangan BWS Sumatera I, Fahried Wajidi, mengatakan penanganan tanggap darurat pascabencana juga dilakukan pada empat titik lainnya yang berada di Kecamatan Rikit Gaib, Dabun Gelang, dan Putri Betung.
Secara keseluruhan, lima titik penguatan tepian sungai tersebut telah mencapai progres fisik 99 persen. Penanganan di sejumlah titik dilakukan dengan pemasangan bronjong karena sifat pekerjaannya merupakan bagian dari tanggap darurat pascabencana.
“Pascabencana di setiap titik itu kita lakukan pemasangan bronjong karena ini sifatnya tanggap darurat, artinya sementara,” kata Fahried saat meninjau Sungai Aih Bobo bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR), Jumat (21/8/2026).
Kelima titik penanganan tersebut didukung anggaran Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp137 miliar. Struktur pelindung yang dibangun di tepian sungai diharapkan dapat melindungi kawasan sekitar dari dampak aliran sungai, terutama saat curah hujan meningkat, sekaligus menjaga lahan pertanian dan akses masyarakat.
