Komparatif.ID, Lhokseumawe– Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memperingatkan potensi banjir pesisir atau banjir rob di wilayah pesisir Lhokseumawe pada 24 hingga 30 Juli 2026.
Peringatan tersebut disampaikan Pusdatin BPBA berdasarkan informasi Direktorat Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disitat Komparatif.ID, Jumat (24/7/2026).
BPBA menyebutkan, fenomena fase Bulan Purnama dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir pesisir atau rob, terutama saat air pasang maksimum.
“Peringatan dini banjir pesisir (rob) di Aceh. Adanya fenomena fase Bulan Purnama dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum berpotensi menyebabkan banjir pesisir (rob),” demikian informasi BPBA.
Potensi banjir pesisir tersebut secara umum dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Aktivitas bongkar muat kapal, permukiman pesisir, tambak garam, serta perikanan darat menjadi sejumlah kegiatan yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Safrizal: Aceh Menuju Rehab-Rekon Pascabencana Hidrometeorologi Sumatra
BPBA mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob, terutama warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir dengan elevasi rendah. Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap aktivitas di pelabuhan, khususnya kegiatan bongkar muat kapal.
Selain itu, masyarakat di sekitar pesisir diminta memperhatikan aktivitas tambak garam dan perikanan darat serta menghindari aktivitas di wilayah pesisir rendah dan permukiman yang berada dekat pantai saat kondisi air laut mengalami pasang maksimum.
BPBA menyebut banjir pesisir dapat terjadi meskipun tidak sedang turun hujan. Fenomena tersebut terjadi ketika muka air laut naik hingga melampaui daratan pesisir. Salah satu pemicunya adalah fase Bulan Purnama.
Pada kondisi tertentu, fenomena tersebut dapat diperkuat oleh angin dan gelombang sehingga meningkatkan potensi terjadinya genangan di wilayah pesisir.
BPBA mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini, termasuk mengamankan barang-barang berharga, menyesuaikan jadwal aktivitas di kawasan pesisir, serta terus memantau informasi cuaca maritim dari BMKG dan BPBA melalui kanal resmi.
