Home Olahraga 6 Tahun Berkarya, Pasesport Kini Raup Puluhan Juta dari Facebook Pro

6 Tahun Berkarya, Pasesport Kini Raup Puluhan Juta dari Facebook Pro

6 Tahun Berkarya, Pasesport Kini Raup Puluhan Juta dari Facebook Pro
Founder Pasesport, Zubir. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Lhoksukon— Perjalanan membangun media digital tidak selalu memberikan hasil dalam waktu singkat. Hal itu dirasakan oleh Pasesport, sebuah kanal media sosial yang berfokus pada informasi olahraga, khususnya sepak bola Aceh.

Usai enam tahun konsisten menghadirkan berbagai informasi kepada penggemar sepak bola Aceh, Pasesport kini berhasil memperoleh pendapatan hingga puluhan juta rupiah melalui program Facebook Pro.

Pendapatan dari Facebook Pro baru mulai dirasakan dalam dua tahun terakhir setelah akun tersebut memenuhi syarat untuk bergabung dalam program monetisasi. Sejak saat itu, berbagai konten yang diproduksi secara rutin mampu menjangkau jutaan pengguna Facebook dan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Pasesport.

Di balik capaian tersebut, ada perjalanan panjang yang dijalani seorang diri oleh pemilik akun Pasesport, Zubir. Ia mengaku sejak awal harus menangani seluruh proses produksi konten tanpa bantuan tim, mulai dari peliputan pertandingan hingga mengelola unggahan di media sosial.

“Llelah sudah pasti karena saya sendiri tanpa tim keluar masuk semua event tarkam atau Liga 3 kala itu sebelum berubah ke Liga 4. Semua saya sendiri yang meng-handle setiap postingan dan saya tidak memiliki ruang kerja yang tetap, hanya berpindah-pindah warung kopi saja untuk bekerja,” ujar Zubir saat bertemu Komparatif.ID, Kamis (2/7/2026) malam.

Selama membangun Pasesport, berbagai tantangan juga harus dihadapi. Salah satu yang paling dirasakan adalah membangun kepercayaan publik ketika akun tersebut masih memiliki jumlah pengikut yang sedikit dan belum banyak dikenal masyarakat.

Menurut Zubir, pada masa awal membangun media sosial olahraga tersebut, tidak mudah meyakinkan orang bahwa Pasesport mampu menjadi sumber informasi sepak bola Aceh yang dapat dipercaya. Namun, karena berangkat dari hobi, seluruh proses tersebut tetap dijalani dengan semangat.

“Susah mungkin untuk membangun kepercayaan karena kala itu kita masih kecil pengikut atau sedikit yang baru kenal dengan media saya ini. Untuk senangnya ya seperti biasa karena ini adalah hobi, jadi untuk menjalani hobi tidak terasa lelahnya. Apalagi setiap saat bisa terus menyukseskan event dan tentunya banyak relasi baru dan orang baru yang mungkin bisa kita kenal,” katanya.

Baca juga: Pers Vs Media Baru, Siapa Menang?

Pasesport sejak awal memang dibangun sebagai kanal media sosial yang secara khusus menyajikan informasi olahraga. Berbagai konten yang dipublikasikan meliputi hasil pertandingan, jadwal kompetisi, transfer pemain, profil klub, hingga perkembangan sepak bola Aceh dari berbagai level kompetisi.

Ide mendirikan Pasesport berawal dari kegemaran Zubir membuat video dan melihat peluang berkembangnya media sosial sebagai sarana penyebaran informasi olahraga. Dari hobi tersebut kemudian lahirlah sebuah kanal yang secara konsisten memproduksi konten selama bertahun-tahun.

Menurutnya, membangun media sosial saat ini sebenarnya memiliki peluang yang terbuka bagi siapa saja. Yang menjadi pembeda adalah kemampuan menjaga konsistensi dalam menghasilkan konten.

“Media sosial saat ini sangat mudah, tergantung kita menggunakannya. Saya melihat peluang itu dan yang pasti ini mungkin hasil dari konsistensi selama enam tahun ke belakang,” ujarnya.

Selain memperoleh penghasilan dari program Facebook Pro, Pasesport juga mulai menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di bidang olahraga. Pendapatan tidak hanya berasal dari monetisasi konten di Facebook, tetapi juga dari kerja sama promosi dengan sejumlah apparel olahraga, toko perlengkapan olahraga, produk olahraga, hingga berbagai kegiatan atau event olahraga.

Dengan bertambahnya sumber pendapatan tersebut, hasil yang diperoleh dari Pasesport kini tidak hanya menjadi penghargaan atas kerja keras yang dilakukan selama bertahun-tahun, tetapi juga mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, Zubir mengaku penghasilan dari media sosial tersebut juga dapat digunakan untuk mencicil sepeda motor.

Ke depan, Zubir berharap Pasesport dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai media olahraga yang menyajikan informasi sepak bola Aceh, tetapi juga memiliki usaha di bidang perlengkapan olahraga serta menjadi mitra penyelenggara berbagai event olahraga berskala besar.

“Saya punya harapan Pasesport akan menjadi sebuah toko olahraga dan sebuah media olahraga yang bisa meng-handle event besar atau tim besar untuk menjadi mitra kerja,” kata Zubir.

Previous articleFenomena “Butsukari Otoko” di Jepang: Sengaja Menabrak demi Lepas Stres
Next articleBPMA Percepat Legalisasi dan Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here