Komparatif.ID– Peupok boh kreh merupakan salah satu permainan tempo dulu yang dimainkan oleh masyarakat Aceh. Umumnya dimainkan oleh anak-anak dan remaja.
Permainan peupok boh kreh, merupakan permainan dua belah pihak yang saling beradu tangkas memecahkan bulir kemiri (boh kreh). Ada pula permainan yang mirip dengan permainan kelereng.
Cristian Snouck Hurgronje, seorang orientalis Belanda yang pernah bermukim di Aceh, dalam bukunya De Atjehers (Aceh di Mata Kolonial) jilid II, menulis bahwa peupok boh kreh merupakan permainan tradisional Aceh yang dimainkan oleh laki-laki.
Meski menggunakan benda berbeda, permainan serupa juga dimainkan oleh anak-anak sekolah di Inggris dan Irlandia. Juga dimainkan oleh masyarakat Melayu dengan sebutan permainan guli.
Cara Peupok Boh Kreh
Jumlah pemain peupok boh kreh tidak dibatasi. Tetapi kalau perlu cukup dimainkan dua orang saja. setiap orang memiliki sebuah boh gatok atau boh panta, yakni buah pinang atau bulatan dari tanduk atau gading.
Baca: Ingatan Orang Aceh Pendek, Hanya Snouck Hurgronje
Beberapa buah lubang kecil dibuat di tanah pada sebuah garis lurus dengan jarak tujuh sampai sembilan kaki antara lubang satu dengan lubang berikutnya.
Dalam permainannya, mula-mula setiap pemain menjepretkan boh panta-nya dari lubang pertama ke lubang ketiga. Caranya dengan menjepitkan keras-keras boh panta antara telunjuk tangan kanan dengan jari tengah tangan kiri. Tekanan jari yang lentur menyebabkan boh panta meluncur ke depan.
Siapapun yang berhasil memasukkan boh panta ke dalam lubang atau paling dekat dengan lubang ketiga,berhak membentuk boh panta yang lain agar menjadi lebih jauh dari lubang, demikian seterusnya.
Tujuan permainan ini, memasukkan boh panta ke dalam lubang beberapa kali dengan urutan sebagai berikut:3,2,1,2,3,1, dan seterusnya. Pada tiap tembakan, pemain berusaha memasuki lubang urutan berikutnya atau menjauhkan boh panta lawan dari lubang.
Menembak boh panta lawan membawa dua keuntungan. Pertama, menjauhkan lawan dari tujuannya, dan kedua, untuk memperoleh hak menembak lagi ke lubang yang kiranya akan lebih mudah dilakukan karena jaraknya sudah makin dekat.
Pemain pertama yang berhasil memasuki barisan lubang dalam jumlah yang ditetapkan, disebut raja. Pemain yang menyusulnya juga merupakan pemenang terhormat.Hanya juru kunci yang kalah berdiri di lubang pertama dan menyodorkan pergelangan kakinya sebagai sasaran tembakan bagi pemenang (theun gatok).
Tiap pemenang berhak menembak dari lubang ketiga, bukan hanya dengan boh-nya tetapi dengan boh pemenang lain. Tak jarang kaki yang kalah jadi bengkak. Hal yang pasti terasa sakit akiban tembakan boh kreh.













