
Komparatif.ID, Bireuen– Sebanyak 30 personel Brigade Pangan mulai bertugas di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, setelah menyelesaikan pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
Para personel tersebut merupakan perwakilan sejumlah gampong yang sebelumnya diusulkan oleh para keuchik untuk mengikuti pelatihan selama satu pekan.
Mereka dibekali kemampuan pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan), teknologi pertanian modern, kewirausahaan, manajemen usaha tani, serta penguatan kelembagaan petani.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Sebanyak 30 personel tersebut dibagi ke dalam dua tim Brigade Pangan. Brigade Pangan Situ Bagendit terdiri atas 15 personel dengan pendamping Juliadi yang merupakan Petugas Penyuluh BPP Peudada. Serta, Tim Gamagora juga beranggotakan 15 personel dengan pendamping Suhendra yang juga bertugas sebagai penyuluh pertanian di BPP Peudada.
Dalam menjalankan aktivitasnya, para personel Brigade Pangan tidak menerima gaji. Namun, mereka telah dibekali dengan dukungan alat dan mesin pertanian yang diharapkan dapat menjadi modal untuk menjalankan berbagai kegiatan usaha di sektor pertanian.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program, pihak BPP Peudada menggelar rapat pada Kamis, 18 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut disepakati berbagai persiapan untuk mendukung kegiatan turun ke sawah.
Setelah rapat, dilakukan koordinasi dengan sejumlah pemerintah gampong, yakni Gampong Meunasah Baroh, Meunasah Rabo, Meunasah Tambo, Meunasah Krueng, Meunasah Tunong, dan Cot Keutapang.
Koordinasi tersebut bertujuan mempersiapkan jadwal musyawarah pelaksanaan kenduri serta kegiatan gotong royong membersihkan saluran irigasi di masing-masing wilayah. Persiapan itu dinilai penting untuk mendukung kelancaran kegiatan pertanian yang akan dijalankan oleh Brigade Pangan.
Baca juga: BPP Peudada Optimistis 160 Hektar Sawah Siap Tanam Sesuai Jadwal
“Kami di balai hanya sebagai pembina, sementara penanggung jawabnya adalah penyuluh pertanian yang bertanggung jawab langsung ke dinas,” ujar Koordinator BPP Peudada, Zulfikar, Jumat (19/6/2026).
Menurut Zulfikar, program Brigade Pangan diharapkan mampu melahirkan tenaga-tenaga pertanian yang mandiri dan produktif. Harapan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian agar para anggota Brigade Pangan dapat memperoleh penghasilan dari berbagai kegiatan di lapangan sekaligus membina kelompok-kelompok tani di wilayah binaan masing-masing.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda pemerintah.
Selain itu, keberadaan Brigade Pangan diharapkan dapat membantu petani memperoleh layanan pengolahan lahan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Jika biaya bajak sawah yang dikerjakan pihak lain mencapai Rp150 ribu per meter, maka melalui Brigade Pangan dikenakan tarif Rp120 ribu per meter.
Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan ditampung langsung ke rekening Brigade Pangan. Selanjutnya, dana tersebut dibagi dengan skema 50 persen untuk biaya operasional dan perbaikan berbagai kerusakan peralatan, sedangkan 50 persen lainnya disetorkan kepada negara.












