
Komparatif.ID, Bireuen— Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., menjelaskan sejumlah penyakit katastropik yang tetap ditanggung Pemerintah Aceh melalui JKA dan tidak berlaku sistem desil dalam pelayanan jaminan kesehatan.
Menurut dr. Minar, penyakit katastropik merupakan jenis penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan tinggi dengan penanganan rutin secara intensif dalam jangka panjang.
Selain itu, penyakit tersebut juga memerlukan penanganan tim dokter spesialis karena memiliki risiko kematian maupun cacat permanen.
Penjelasan itu disampaikan berdasarkan surat edaran Gubernur Aceh tertanggal 24 April 2026 Nomor: 7.3.6/4426 tentang tindak lanjut Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 mengenai Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
dr. Minar menyebutkan beberapa penyakit katastropik yang tetap ditanggung pemerintah di antaranya penyakit jantung, baik penyakit jantung koroner, serangan jantung maupun gagal jantung.
Baca juga: Dipaksa Hapus Rekaman, Jurnalis Alami Kekerasan Saat Liput Demo Pergub JKA
Selain itu, kanker ganas juga termasuk dalam kategori penyakit katastropik, meliputi tumor ganas yang membutuhkan radioterapi, kemoterapi hingga tindakan operasi.
Jenis penyakit lain yang juga masuk dalam kategori tersebut yakni stroke yang menyebabkan kerusakan otak akibat gangguan pembuluh darah dan dalam kondisi tertentu membutuhkan tindakan operasi.
Kemudian gagal ginjal kronis yang memerlukan terapi pengganti ginjal seperti cuci darah atau dialisis hingga transplantasi ginjal.
Sementara itu, jenis penyakit katastropik lainnya meliputi kanker sel darah putih atau leukemia, kelainan darah bawaan seperti thalasemia, gangguan pembekuan darah hemofilia, hingga tahap akhir penyakit liver atau sirosis hati.
Pihak rumah sakit, kata dr. Minar, tetap melayani pasien yang datang berobat sesuai ketentuan yang berlaku. Namun masyarakat disarankan datang langsung ke rumah sakit agar memperoleh penjelasan yang lebih rinci dari petugas pelaksana.
“Kami tetap melayani para pasien, untuk lebih akurat sebaiknya mereka datang saja ke rumah sakit untuk konsultasi langsung,” ujar dr Minar Mushari, Sp.S., Kamis (15/05/2026).












