
Komparatif.ID, Banda Aceh— Kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan menjadi perhatian utama dalam diskusi publik yang digelar mahasiswa asal Samadua, Aceh Selatan, bersama Rafly Kande di Wahana Jeda Ruang Bicara, Batoh, Banda Aceh, Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Rafly Kande mendorong generasi muda agar lebih aktif menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Menurut peserta diskusi, peran anak muda dinilai penting dalam menghadapi tantangan sosial, mulai dari persoalan sampah, peredaran narkoba, hingga maraknya judi online.
Selain judi online, persoalan narkoba juga dianggap sebagai ancaman serius bagi masa depan daerah.
Mahasiswa menilai peredaran narkoba dapat merusak generasi muda secara sistematis apabila tidak dicegah sejak dini. Karena itu, mereka menekankan pentingnya edukasi, pengawasan lingkungan, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan.
Isu pendidikan turut menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut. Mahasiswa meminta agar sistem penyaluran beasiswa dilakukan secara transparan, adil, dan bebas dari diskriminasi. Mereka menyoroti adanya dugaan ketimpangan akses beasiswa akibat kedekatan dengan pihak tertentu, sehingga dinilai merugikan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Baca juga: Rafly Kande Desak Pusat Bentuk Badan Tambang Aceh
Dalam forum itu, DPRK dan DPRA juga diharapkan dapat memperjuangkan persoalan tersebut hingga ke tingkat kebijakan. Mahasiswa meminta adanya ruang dialog resmi agar aspirasi terkait pendidikan dapat disampaikan secara terbuka.
Selain itu, persoalan lingkungan menjadi perhatian penting dalam forum tersebut. Peserta diskusi menyinggung masalah sampah rumah tangga yang mencemari sungai dan berdampak pada kerusakan ekosistem. Kondisi itu disebut menyebabkan berkurangnya populasi ikan dan terjadinya pendangkalan sungai di sejumlah wilayah.
Mahasiswa juga menyoroti ancaman mikroplastik yang dapat masuk ke tubuh manusia dan berpotensi mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Karena itu, mereka menilai pengelolaan sampah berbasis gampong perlu segera diterapkan sebagai langkah pencegahan.
Sektor pariwisata juga disebut sebagai salah satu potensi strategis yang dapat dikembangkan di Samadua. Pengembangan sektor tersebut dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur, budaya masyarakat yang ramah, serta penguatan produk lokal agar mampu menarik minat wisatawan.
Sebagai tindak lanjut dari diskusi itu, peserta menyampaikan rencana pelaksanaan Gerakan Peduli Lingkungan bersama sejumlah stakeholder setelah pelaksanaan MUBES IMPS dan terbentuknya kepengurusan baru.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di kawasan tepi pantai sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Diskusi publik tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan langkah pembangunan yang lebih inklusif, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Samadua ke depan.












