
Komparatif.ID, Bireuen— Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi MT, mendorong peningkatan kualitas layanan imunisasi menyusul capaian imunisasi di Bireuen yang masih mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026 di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Kamis, 30 April 2026.
Ia menegaskan kondisi capaian imunisasi yang belum stabil berpotensi meningkatkan risiko munculnya penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, seperti campak dan difteri. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk memastikan cakupan imunisasi dapat terus ditingkatkan dan merata di seluruh wilayah.
Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mendorong penguatan komitmen, peningkatan edukasi, serta penyediaan layanan imunisasi yang mudah diakses, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.
Razuardi menyampaikan Pekan Imunisasi Dunia merupakan momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa imunisasi adalah salah satu upaya paling efektif dan efisien dalam mencegah penyakit, kecacatan, bahkan kematian pada anak.
Razuardi mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, serta masyarakat luas untuk memperkuat komitmen dan sinergi dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan terlindungi.
Baca juga: 281 Ribu Anak di Aceh Tidak Diimunisasi Dasar, Rentan Terserang Penyakit Menular
Selain itu, ia juga menekankan perlunya penguatan sistem surveilans, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penyediaan layanan imunisasi yang mudah diakses, aman, dan berkualitas.
“Pastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan terlindungi. Kita juga perlu memperkuat sistem surveilans, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan pelayanan imunisasi yang mudah diakses, aman, dan berkualitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen sekaligus Ketua Posyandu Kabupaten Bireuen, Sadriah, menegaskan pentingnya peran Tim Penggerak PKK dalam mendukung program kesehatan masyarakat.
Menurutnya, melalui berbagai kegiatan seperti posyandu, penyuluhan kesehatan, dan pembinaan keluarga, kader PKK menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat hingga ke tingkat gampong.
Sadriah juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus aktif dan berperan sebagai pelopor dalam menyukseskan program imunisasi. Ia turut mengimbau para orang tua agar memanfaatkan layanan yang tersedia guna melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan berprestasi atas dedikasi dan kontribusi dalam menyukseskan program imunisasi tahun 2025. Penghargaan diberikan kepada Hayati, A.Md.Keb dari Puskesmas Jangka, Rusmini, A.Md.Keb dari Puskesmas Kota Juang, Ns. Zuraida, S.Kep dari Puskesmas Jeunieb, Fatmawati, A.Md.Keb dari Puskesmas Juli Dua, serta Bd. Suriani, S.Keb dari Puskesmas Jeumpa.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada bayi dan balita yang telah melengkapi imunisasi sesuai jadwal sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua BKMT, pejabat pimpinan tinggi pratama, kepala puskesmas, ketua organisasi profesi, serta koordinator imunisasi puskesmas.












