
Komparatif.ID, Sigli— Nasib malang menimpa tiga pria di kawasan pegunungan Mane, Kabupaten Pidie, saat hendak menyeberangi sungai di kawasan Cot Kuala, Sabtu (25/4/2026).
Ketiganya dihantam arus deras. Dua orang dilaporkan selamat, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, menjelaskan musibah tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat para korban berniat menuju Dusun Ireu, Cot Kuala, sebuah kawasan di pedalaman pegunungan Mane/Tangse.
“Benar, ada musibah warga terseret arus. Dua korban berhasil selamat, sementara satu orang lagi masih dilakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai,” ujar AKBP Jaka Mulyana, Senin (27/4/2026).
Peristiwa bermula ketika ketiga korban tiba di titik penyeberangan sungai yang lazim digunakan warga setempat. Di lokasi itu, mereka sempat bertemu dengan Sayet Nazaruddin (40), seorang warga yang kemudian membantu menyeberangkan barang bawaan para korban ke seberang sungai.
Baca juga: 85 Hektare Sawah di Bireuen Ditanami Padi Gogo
Sesaat setelah barang-barang sampai di seberang, situasi berubah menjadi genting. Sayet melihat salah satu korban mulai kehilangan keseimbangan dan terseret arus yang cukup kuat. Kondisi arus sungai yang deras membuat para korban kesulitan mengendalikan diri.
Melihat kejadian tersebut, Sayet segera melakukan upaya penyelamatan. Ia berhasil menarik Yatim (35), warga Gampong Krueng Meuriam, ke tepian sungai dalam kondisi selamat.
Sementara itu, korban kedua bernama Armia (28), warga Gampong Blang Pandak, sempat terpisah dari rombongan. Ia kemudian ditemukan warga di pinggiran sungai sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan selamat.
Armia selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Tangse untuk mendapatkan pemeriksaan medis sebelum akhirnya dibawa pulang ke Dusun Alue Lhok, Gampong Krueng Meuriam.
Hingga berita ini diturunkan, satu korban lainnya atas nama Zainunis (29), warga Gampong Krueng Meuriam, belum diketahui keberadaannya. Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh personel Polsek Mane bersama tim SAR gabungan dan masyarakat setempat.
“Tim di lapangan terus bekerja menyisir aliran sungai. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat akibat faktor cuaca,” pungkas Jaka Mulyana.












