
Komparatif.ID, Bireuen— Kepolisian Resor Bireuen melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, Tim Satuan Reserse Kriminal, dan Tim Satuan Intelijen dan Keamanan berhasil mengungkap penyebab meninggalnya dua remaja asal Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.
Kasus ini awalnya diduga kecelakaan tunggal, namun hasil penyelidikan Polres Bireuen menunjukkan adanya tindak pidana pengeroyokan/pembegalan.
Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar, didampingi Kanit PPA Ipda Hery, menjelaskan pengungkapan kasus ini dilakukan setelah tim turun langsung ke lokasi dan melakukan pengembangan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan lanjutan, ditemukan adanya indikasi kuat keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Menurut AKP Dedy, pada awalnya petugas menduga kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Namun, sejumlah kejanggalan di lokasi membuat penyelidikan terus dikembangkan hingga akhirnya mengarah pada dugaan tindak pidana. Polisi kemudian berhasil mengidentifikasi dan menangkap terdsangka utama.
Dua remaja berinisial MN (18), warga Jangka, dan MY (17), warga Peusangan, telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, seorang remaja lainnya berinisial Z (17), warga Jeumpa, turut dimintai keterangan karena berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Baca juga: ASN Bireuen Mulai WFH Setiap Jumat, Layanan Publik Tetap Jalan
“Kini dua remaja berinisial MN, warga Jangka, dan MY, warga Peusangan telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu remaja lainnya Z (17) Warga Jeumpa turut dimintai keterangan karena berada di lokasi saat kejadian,” ucap AKP Dedy, Jumat (24/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan, diketahui kedua korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor. Mereka sempat dipanggil oleh para tersangka, namun tidak dihiraukan.
Tersangka kemudian melakukan aksi penyerempetan dan menendang sepeda motor korban hingga terjatuh ke dalam parit. Tidak hanya itu, salah satu tersangka juga sempat melakukan pemukulan terhadap korban sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Saat ini, para tersangka beserta barang bukti berupa dua senjata tajam dan satu unit sepeda motor telah diamankan di Markas Polres Bireuen untuk proses penyelidikan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim.
“Kami tentunya sangat prihatin atas kasus ini, kami menghimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan kepada Anak – anaknya khususnya para remaja Laki – laki, kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ucap AKP Dedy
Sebelumnya, dua remaja tanpa identitas ditemukan meninggal dunia dalam saluran pembuangan air di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, pada Minggu, 19 April 2026.












