Home Politik Kemnaker Kucurkan Rp32 M untuk Korban Bencana di Sumut dan Aceh

Kemnaker Kucurkan Rp32 M untuk Korban Bencana di Sumut dan Aceh

Mulai Juni, Data PHK Berdasarkan JKP Bukan Lagi Laporan Disnaker Kemnaker Kucurkan Rp32 M untuk Korban Bencana di Sumut dan Aceh
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: BPMI Setpres.

Komparatif.ID, Jakarta— Kementerian Ketenagakerjaan menyalurkan bantuan Kemnaker Peduli senilai Rp32.252.643.000 untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta membantu masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di BBPVP Medan, Selasa (21/4/2026).

“Namun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh, kita akan mampu bangkit dan pulih bersama,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan, bantuan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi dan penguatan keterampilan masyarakat terdampak.

Dari total bantuan yang disalurkan, sebagian besar dialokasikan untuk program pelatihan vokasi. Untuk Sumatera Utara, program ini menyasar 4.516 orang dengan anggaran Rp16.531.704.000, sementara di Aceh menjangkau 2.438 orang dengan anggaran Rp8.918.439.000.

Selain itu, Kemnaker juga menyalurkan bantuan melalui program padat karya sebanyak 40 paket kegiatan senilai Rp4.000.000.000 guna menciptakan lapangan kerja sementara dan menggerakkan ekonomi lokal di wilayah terdampak.

Baca juga: Website Skillhub Palsu Bermunculan, Ini Situs Skillhub Asli Kemnaker

Program Tenaga Kerja Mandiri juga diberikan dalam bentuk 400 paket bantuan senilai Rp2.000.000.000 untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil baru di masyarakat.

Bantuan sosial turut diberikan kepada 28 pekerja terdampak kategori berat dan sedang berupa paket sembako dan tali asih dengan total nilai Rp52.500.000.

Sementara itu, dukungan wirausaha melalui program MPSI disalurkan dalam bentuk pelatihan dan modal usaha senilai Rp750.000.000 untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

Yassierli mengatakan Kemnaker melalui BBPVP Medan dan unit pelatihan di Aceh juga menyiapkan dukungan pemulihan jangka menengah dan panjang.

Ia menekankan pemulihan tidak berhenti pada bantuan awal semata, melainkan harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar mampu bangkit secara ekonomi.

“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” ungkap Yassierli.

Previous articlePemkab Pidie Terapkan Skema WFH untuk ASN Mulai 24 April
Next articlePertamina Jawab Isu Kapal Gamsunoro Berawak India yang Tertahan di Hormuz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here