Home News Nasional Bahlil: Indonesia Bebas Beli Minyak dari Mana Saja, Termasuk Rusia

Bahlil: Indonesia Bebas Beli Minyak dari Mana Saja, Termasuk Rusia

Bahlil: Indonesia Bebas Beli Minyak dari Mana Saja, Termasuk Rusia Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Jakarta— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan Indonesia memiliki kebebasan untuk membeli minyak mentah dari berbagai negara, termasuk Rusia, guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat.

Namun demikian, pemerintah menegaskan tetap menjaga kerja sama dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat, mengingat besarnya kebutuhan minyak nasional yang mencapai sekitar 300 juta barel per tahun.

Pemerintah, kata Bahlil, akan mengambil langkah yang paling menguntungkan bagi negara tanpa mengabaikan kerja sama yang telah terjalin dengan mitra internasional.

“Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Bahlil Bidik Pasokan Minyak dan LPG dari Rusia

Selain potensi pasokan minyak mentah, Bahlil juga mengungkapkan kesiapan Rusia untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia. Ia menyebut dukungan tersebut mencakup upaya peningkatan cadangan energi nasional serta pemenuhan kebutuhan liquefied petroleum gas (LPG).

“Bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” lanjutnya.

Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun. Pemerintah pun terus mencari alternatif sumber pasokan untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus menjaga stabilitas energi dalam negeri.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dapat memastikan ketersediaan energi tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi Indonesia.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” imbuh Bahlil.

Previous articleKetua Baleg DPR: Usulan Otsus Aceh 2,5 Persen DAU Rasional
Next articlePasutri Penadah 6 Sepeda Motor Off-Road Curian Ditangkap di Banda Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here