BREAKING
Daerah

5 Pesan Safrizal untuk Mahasiswa Aceh

5 Pesan Safrizal untuk Mahasiswa Aceh
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK), Safrizal ZA, saat penutupan PAKARMARU USK 2026 di Stadion Mini, Kamis (13/8/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK), Safrizal ZA, menitipkan lima pesan kepada lebih dari 8.000 mahasiswa Aceh saat menutup rangkaian Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) USK 2026 di Stadion Mini, Kamis (13/8/2026).

Safrizal mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada pencapaian akademik dan gelar. Ia mendorong mahasiswa menjadi pribadi yang dapat dipercaya, membangun kemampuan, menguasai teknologi tanpa kehilangan kemampuan berpikir, memandang Aceh sebagai tempat berkarya, serta tetap memiliki kepedulian sosial.

“Jangan kehilangan hati. Karena pendidikan yang tinggi seharusnya membuat kita lebih manusiawi, lebih peduli, dan lebih bermanfaat,” kata Safrizal.

Safrizal juga mengajak mahasiswa baru mengubah orientasi dari pencari kerja atau job seeker menjadi pencipta nilai atau value creator.

Menurutnya, perubahan orientasi tersebut penting di tengah ruang fiskal Pemerintah Aceh yang semakin terbatas. Ia menyebut APBD Aceh masih 76,64 persen bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

“Kalau belajar ekonomi, ciptakan usaha. Kalau belajar teknologi, ciptakan solusi. Kalau belajar pertanian, tingkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Ia menyebut angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Aceh mencapai 42,81 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 32,89 persen. Namun, menurut dia, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan perguruan tinggi di Aceh justru meningkat dari 10,07 persen menjadi 14,80 persen pada November 2025.

Baca juga: Mahasiswa USK Kembangkan Membran Penyaring Air Berbasis Kulit Manggis

Lulusan perguruan tinggi juga menjadi penyumbang pengangguran terbanyak di Aceh dengan persentase 8,68 persen.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding lulusan SMK sebesar 8,66 persen. Selanjutnya, lulusan SMA sebesar 6,92 persen, Diploma 6,13 persen, SMP 3,15 persen, serta SD ke bawah sebesar 2,95 persen.

Safrizal juga mengutip data World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 yang memproyeksikan 170 juta lapangan kerja baru secara global pada 2030. Pada saat yang sama, sebanyak 92 juta jenis pekerjaan diproyeksikan bergeser akibat perubahan teknologi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya keterampilan sosial, termasuk kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi. “AI hanya menjadi co-pilot, bukan pengganti kemampuan berpikir. Teknologi boleh semakin pintar, manusia harus semakin bijaksana,” ujarnya.

Acara penutupan PAKARMARU 2026 turut dihadiri Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., beserta jajaran wakil rektor, dekan, dan pimpinan universitas lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *