Home Kesehatan 3 Kesalahan Sahur Pertama Hingga Berpotensi Gagal Ginjal

3 Kesalahan Sahur Pertama Hingga Berpotensi Gagal Ginjal

sahur pertama
Bila salah makan, maka sahur pertama akan menjadi ancaman bagi kesehatan ginjal. Foto: Ist.

Sahur pertama jangan sampai defisit hidrasi. Banyak yang akhirnya harus bertemu dokter di meja operasi hanya karena salah makan pada sahur pertama.

Sahur pertama dan sahur di awal-awal Ramadan, kerap dijadikan ajang menyetok makanan dalam jumlah banyak ke dalam tubuh.

Makan karbohidrat secara berlebihan. Makan gorengan dalam jumlah banyak, serta mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi, demi mendapatkan kekuatan saat berpuasa di awal-awal Ramadan.

Komparian yang berbahagia. Strategi sahur pertama sangat menentukan nasib 1 juta nefron di dalam tubuh selama 13 jam ke depan. Salah makan berarti menabung masalah; awal dari gagal ginjal akut.

Baca: Ahli Gizi Sebut, Ini Waktu Terbaik untuk Sahur

Dikutip dari Nurse Digital, disebutkan ketika kita salah pola makan saat sahur pertama, dan kemudian tubuh memasuki mode puasa, maka kondisi darah kita yang penuh residu natrium dan gula, akan memicu dehidrasi seluler yang ekstrem.

Dalam banyak pengalaman, para tenaga kesehatan seringkali menemukan kasus Acute Kidney Injury (AKI) di awal Ramadan. Penyebabnya karena tidak paham cara menjaga homeostasis tubuh saat transisi puasa.

Saat puasa, volume cairan tubuh menurun. Bila Komparian sahur pertama dengan mengonsumsi makanan penuh garam, darah akan mengental sekental lumpur (high viscosity). Berdasarkan riset yang ditulis di Journal of Clinical Nephorology, aliran darah ke ginjal akan menurun drastic dalam kondisi ini.

Filter ginjal akan dipaksa menyaring “lumpur” tanpa tekanan air yang cukup.Hasilnya, sel-sel filtrasi bisa mati karena kekurangan oksigen secara mendadak.

Komparian sekalian, banyak orang salah paham tentang sayur. Mereka mengira mengonsumsi sayuran saat sahur sangatlah baik bagi kesehatan. Keyakinan tersebut tidaklah salah, tapi tanpa pengetahuan yang cukup, akan berdampak bagi kesehatan.

Kadar kalium di dalam sayuran, memiliki potensi gangguan kesehatan, bila dikonsumsi dalam jumlah banyak dalam sekali makan. Kalium yang banyak dalam sekali konsumsi, akan membuat jantung berdebar dan ginjal kaget.

Bagaimana supaya mengonsumsi sayuran tetap aman saat sahur pertama? Belajarlah teknil pencucian mineral/teknik leaching.

Bagaimana caranya? Rendam sayuran dan umbi-umbian buat menu sahur. Lamanya masa perendaman minimal dua jam. Perendaman tersebut berfungsi untuk menurunkan kalium dan fosfor di sayuran. Pengurangan kalium dan fosfor, supaya beban ginjal tidak bertambah saat kamu berpuasa.

Hindari daging olahan, sosis, nugget, dan lainnya saat sahur pertama. Pilihlah ikan atau ayam yang diolah sendiri dengan garam minimalis. Patuhi takaran miligram yang sudah dihitung, supaya ureum tidak meledak.

Tips Sahur Pertama

Supaya tetap terhidrasi dengan baik, berhenti konsumsi gula dan kafein. Untuk sahur pertama, jangan konsumsi kopi dan teh. Minum saja air mineral. Tubuh kita butuh cadangan cairan murni, demi menjaga osmotic pressure di dalam darah supaya tetap stabil sampai Magrib.

Jangan improvisasi porsi pas sahur. Gunakan koleksi resep yang disusun dengan angka gizi yang presisi.

Istirahat yang cukup, jaga energi, dan nikmatilah puasa pertama di Ramadan kali ini dengan penuh percaya diri.

Previous articleKajati Aceh Ingatkan Puasa Bisa Sia-Sia Jika Akhlak Tak Dijaga
Next articleBulan Ramadan Momentum Memperbaiki Diri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here