Tuesday, 13 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Wisata

Wajah Baru Eks Pasar Aceh, Deretan Mobil Kopi Jadi Pilihan Nongkrong Malam

Wajah Baru Eks Pasar Aceh, Deretan Mobil Kopi Jadi Pilihan Nongkrong Malam
Foto: Komparatif.ID/Rizki Aulia Ramadan.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Lahan bekas gedung Pasar Aceh Shopping Center kini memiliki wajah baru. Setelah bangunannya dibongkar karena kondisinya tidak lagi layak, area yang berada di kawasan Pasar Aceh itu kini dimanfaatkan sebagai tempat berjualan puluhan mobil kopi dan lapak makanan yang ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari.

Kawasan tersebut menawarkan pilihan baru bagi warga Banda Aceh yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, maupun kerabat. Berbeda dari warung kopi pada umumnya, deretan mobil kopi dan lapak makanan ditempatkan di area terbuka sehingga pengunjung dapat menikmati suasana malam sambil berbincang santai.

Sebelumnya, para pedagang yang kini menempati kawasan itu berjualan di sekitar Jalan Daud Beureueh, tepatnya di kawasan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Pemerintah Kota Banda Aceh kemudian merelokasi mereka ke lokasi baru di kawasan Pasar Aceh.

Setelah gedung Pasar Aceh Shopping Center diruntuhkan, lahan tersebut dirapikan dan dimanfaatkan sebagai tempat berjualan bagi komunitas mobil kopi. Perubahan fungsi ini menghadirkan aktivitas baru di kawasan tersebut, sekaligus memberikan ruang bagi para pedagang untuk menawarkan produk mereka kepada masyarakat.

Pilihan menu yang tersedia pun cukup beragam. Pengunjung tidak hanya menemukan kopi, tetapi juga berbagai minuman kekinian, seperti matcha, es cokelat, taro, dan mango yakult. Bagi pencinta kopi, sejumlah lapak menyediakan kopi yang dibuat menggunakan mesin, baik dalam sajian dingin maupun panas.

Aneka jajanan juga tersedia bagi pengunjung yang ingin menikmati camilan sambil bersantai. Sementara itu, mereka yang membutuhkan makanan lebih mengenyangkan dapat memilih sejumlah menu, mulai dari ayam goreng hingga makanan berkuah yang dijual di beberapa lapak.

Dari sisi kenyamanan, kawasan ini memiliki area parkir yang relatif luas. Kendaraan pengunjung dapat diparkir di area yang tersedia sehingga tidak harus memenuhi badan jalan. Petugas parkir juga terlihat berjaga di sejumlah titik untuk membantu mengatur kendaraan yang masuk dan keluar.

Daya tarik kawasan ini semakin terasa ketika malam tiba. Deretan lampu berwarna kuning yang digantung di area terbuka menciptakan suasana hangat di antara mobil kopi dan lapak makanan. Cahaya tersebut berpadu dengan tanaman hijau di sekitarnya, menghadirkan suasana yang mendukung aktivitas bersantai setelah menjalani kesibukan sepanjang hari.

Di bawah pencahayaan malam, pengunjung dapat memilih tempat untuk duduk, menikmati minuman, menyantap makanan, atau sekadar berbincang bersama orang-orang terdekat. Aktivitas pengunjung yang datang silih berganti membuat kawasan tersebut terasa hidup, terutama pada malam hari.

Meski baru mulai beroperasi, kawasan mobil kopi itu telah ramai dikunjungi setiap malam. Pengunjung datang dalam kelompok kecil maupun bersama keluarga untuk menikmati pilihan makanan dan minuman yang tersedia.

Kehadiran kawasan ini menambah alternatif tempat bersantai di Banda Aceh. Konsep mobil kopi yang ditempatkan di lahan terbuka memberikan pilihan berbeda bagi masyarakat yang ingin menikmati kopi dan makanan tanpa harus mengunjungi warung kopi dengan konsep bangunan permanen.

Pemanfaatan lahan bekas Pasar Aceh Shopping Center tersebut juga membuka peluang bagi para pedagang untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan beragam pilihan produk yang ditawarkan, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang kopi serta makanan dan minuman.

Ke depan, kawasan mobil kopi ini diharapkan dapat terus menjadi pilihan masyarakat untuk bersantai sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Aceh. Bagi Banda Aceh, kehadirannya menambah warna baru bagi kehidupan malam kota, dengan memanfaatkan lahan bekas bangunan menjadi ruang usaha dan tempat berkumpul bagi masyarakat.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *