Komparatif.ID, Banda Aceh– Ruas Tol Banda Aceh-Sigli (Tol Sibanceh) jadi salah satu dari empat ruas jalan tol yang disiapkan pemerintah untuk dimanfaatkan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara dalam kondisi tertentu.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram BPJN Aceh yang disitat Komparatif.ID pada Sabtu (25/7/2026).
Selain Tol Sibanceh, tiga ruas tol lainnya yang disiapkan untuk fungsi serupa yakni Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, serta Tol Probolinggo-Banyuwangi.
Dalam kondisi normal, seluruh ruas tersebut tetap berfungsi sebagai jalan tol yang melayani mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Namun, pada kondisi tertentu, ruas jalan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur TNI AU.
Pemerintah menerapkan konsep fungsi ganda atau dual-use pada sejumlah infrastruktur jalan tol. Melalui konsep tersebut, pembangunan jalan tol tidak hanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan transportasi sipil, tetapi juga dapat memberikan dukungan terhadap operasi pertahanan negara dalam situasi darurat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi yang lebih luas.
Baca juga: Kasatgas PRR Berhasil Satukan Aspirasi Warga dan BPJN Aceh soal Jembatan Enang-Enang
“Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” kata Dody.
Penerapan fungsi ganda pada jalan tol juga telah diuji. Pada 11 Februari 2026, ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Tol Terpeka) digunakan untuk uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur EMB-314 Super Tucano dan F-16.
Uji coba tersebut menjadi pendaratan pesawat tempur pertama di ruas jalan tol Indonesia.
Pemanfaatan jalan raya sebagai landasan darurat pesawat militer juga telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Singapura, Taiwan, Jerman melalui jaringan Autobahn, Swiss, dan Finlandia.













