BREAKING
Internasional

Kabut Asap Karhutla Indonesia Makin Parah, 200 Sekolah di Malaysia Ditutup

Kabut Asap Karhutla Indonesia Makin Parah, 200 Sekolah di Malaysia Ditutup
Ibukota Malaysia Kuala Lumpur dikepung kabut asap karhutla dari Indonesia. Foto: Low Yen Yeing/The Edge.

Komparatif.ID, Johor— Memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai berdampak ke sejumlah wilayah Asia Tenggara. Di Malaysia, sekitar 200 sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak di distrik Batu Pahat, Johor, diperintahkan tutup sementara pada Rabu (7/10/2026) akibat kondisi kabut asap yang semakin parah.

Kondisi kualitas udara juga memburuk di sejumlah wilayah Malaysia. Indeks kualitas udara di Kuala Lumpur pada Rabu pagi berada pada level “sangat tidak sehat (very unhealthy)”.

Berdasarkan data IQAir, ibu kota Malaysia Kuala Lumpur bahkan tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.

Dampak buruk kualitas udara juga mulai memengaruhi kegiatan masyarakat di Malaysia. Pekan lalu, penyelenggara Kuala Lumpur Standard Chartered Marathon membatalkan kategori lomba untuk anak-anak karena mempertimbangkan kekhawatiran terhadap kesehatan peserta.

Kabut asap juga mulai dirasakan di Singapura. Data pemerintah menunjukkan kualitas udara di tiga dari lima wilayah di negeri Singa berada pada level tidak sehat. Kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang ajang F1 mulai 11 Oktober besok.

Penyelenggara F1 Singapore Airlines Singapore Grand Prix mengatakan akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memantau perkembangan kondisi udara.

Juru bicara Singapore GP Pte Ltd mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk menilai situasi sebelum mengambil keputusan bersama mengenai penyelenggaraan acara apabila kabut asap menimbulkan persoalan terkait jarak pandang, kesehatan masyarakat, maupun operasional.

Baca juga: BPBA Catat 50 Bencana di Aceh Selama Agustus, Didominasi Karhutla

Sementara itu, juru bicara F1 menyebut kondisi saat ini belum berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Penilaian terhadap situasi tetap dilakukan seiring perkembangan kualitas udara di kawasan tersebut.

Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir terjadi ketika Indonesia menghadapi salah satu musim kebakaran hutan terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Kebakaran yang sulit dikendalikan tersebut antara lain dipicu praktik pertanian tebang dan bakar yang telah berlangsung lama.

Kondisi kebakaran juga diperburuk oleh El Niño yang semakin intens sehingga membuat lahan menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Asap dari kebakaran kemudian terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah negara ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *